Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

Lengser dari Kapolri Listyo Sigit Tinggalkan Rekor Kapolri Terlama dan Berbagai Skandal

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 1 Oktober 2026 · 19:243 menit baca
Lengser dari Kapolri Listyo Sigit Tinggalkan Rekor Kapolri Terlama dan Berbagai Skandal
DPR terima Surpres pemberhentian Kapolri; Jenderal Listyo Sigit tinggalkan rekor masa jabatan terlama era Reformasi serta deretan penanganan skandal besar Polri. (Dok. Sekretariat Presiden)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menerima Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Surpres/09/2026 pada Kamis (1/10/2026) terkait pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Langkah administratif ini secara formal mengakhiri masa jabatan Sigit yang telah menahkodai Korps Bhayangkara sejak 27 Januari 2021. Durasi kepemimpinan selama 5 tahun 8 bulan ini tidak hanya menandai transisi kekuasaan ke tangan kapolri baru, tetapi juga menobatkan Sigit sebagai Kapolri dengan masa bakti terlama di era Reformasi.

Berakhirnya komando komprehensif Sigit memicu evaluasi kritis terhadap rekam jejak kepemimpinannya. Karier Jenderal Listyo Sigit tidak bisa dilepaskan dari kedekatan politisnya dengan mantan Presiden Joko Widodo. Hubungan strategis yang kerap diistilahkan publik sebagai “Geng Solo” ini mulai terbangun kuat sejak Sigit menjabat Kapolres Surakarta pada 2011, saat Jokowi menjadi Wali Kota.

Relasi tersebut membuka jalan bagi Sigit untuk bertugas sebagai Ajudan Presiden pada 2014. Setelahnya, Sigit menerima rentetan promosi kilat yang sempat memicu perdebatan internal karena melompati sejumlah seniornya. Ia secara berjenjang dipercaya menjabat Kapolda Banten (2016), Kadiv Propam Polri (2018), hingga Kabareskrim (2019) guna mematangkan kapasitasnya sebelum memegang komando tertinggi Trunojoyo.

Kendati ditopang oleh modal politik yang kuat, Sigit tidak sekadar mengandalkan kedekatan kekuasaan untuk bertahan. Ia berhasil membuktikan bahwa institusi Polri tidak lumpuh dan tetap mampu beroperasi meskipun diguncang krisis kepercayaan publik terburuk akibat ulah oknum perwira tinggi.

Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit, Siapa Sosok Penggantinya?
Baca Juga

Prabowo Kirim Surpres Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit, Siapa Sosok Penggantinya?

Berikut adalah rincian rekam jejak dan penanganan skandal besar selama masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo:

  • Kasus Pembunuhan Ferdy Sambo dan Pembubaran Satgasus: Polri menghadapi titik nadir kepercayaan publik saat Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo menjadi dalang pembunuhan berencana Brigadir J dan melakukan perintangan penyidikan. Sigit merespons krisis ini dengan langkah ekstrem membubarkan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih guna memotong pengaruh faksi internal, yang berujung pada vonis pidana mati bagi Sambo.
  • Skandal Narkotika Irjen Teddy Minahasa: Belum usai pemulihan citra dari kasus Sambo, institusi kembali terpukul oleh keterlibatan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa dalam jaringan peredaran gelap barang bukti narkotika. Penindakan tegas ini membongkar kerapuhan pengawasan internal di level perwira tinggi, sekaligus menjadi peringatan keras tanpa pandang bulu bagi faksi internal lainnya.
  • Tragedi Kemanusiaan Stadion Kanjuruhan: Insiden maut penggunaan gas air mata yang menewaskan 135 suporter di Malang menempatkan Polri di bawah sorotan internasional. Tekanan publik memaksa Sigit untuk mencopot sejumlah pejabat teras kepolisian di Jawa Timur, menetapkan personel lapangan sebagai tersangka, serta mempercepat koreksi total terhadap standar operasional pengamanan massa.
  • Penangkapan Buronan Kakap Djoko Tjandra: Sebelum menjadi Kapolri, kapasitas taktis Sigit teruji saat menjabat Kabareskrim dengan memimpin operasi lintas negara menangkap buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia. Operasi ini tidak hanya menuntaskan kasus yang mangkrak 11 tahun, tetapi juga membersihkan oknum jenderal internal Polri yang terbukti melindungi pelarian sang buronan.

Keberhasilan mempertahankan posisi puncak melintasi masa transisi politik menjadikan masa dinas Sigit sebagai sebuah anomali. Rata-rata Kapolri pendahulunya di era modern hanya mampu menyelesaikan masa dinas dalam rentang dua hingga tiga tahun. Warisan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menetapkan standar baru mengenai stabilitas relasi otoritas keamanan dan kepala negara, serta ketahanan institusi kepolisian dalam melewati guncangan skandal internal masif.

(Hendrawan)