Jum, 05/06/26 · 07.22.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Smart & Green City

Otorita IKN Gandeng UGM dan Swasta Sulap 621 Hektare Lahan Jadi Laboratorium Alam

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 5 Juni 2026 · 13:152 menit baca
Otorita IKN Gandeng UGM dan Swasta Sulap 621 Hektare Lahan Jadi Laboratorium Alam
Kawanan rusa sambar mulai kembali mendiami kawasan IKN seiring terbentuknya ekosistem kota hutan (smart-forest city). (Dok. Rifda/OIKN)

Langkah nyata mewujudkan visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan cerdas (smart-forest city) terus dikebut lewat kolaborasi lintas sektor. Otorita IKN bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Pamapersada Nusantara menggelar aksi penanaman pohon bertajuk “Rooting for Future” di kawasan Wanagama IKN, Jumat (5/6/2026).

Aksi yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi simbol pulihnya keanekaragaman hayati di pusat pemerintahan baru. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah satwa liar endemik seperti beruang madu, lutung merah, rusa sambar, hingga burung hutan kini mulai kembali mendiami kawasan Nusantara seiring membaiknya ekosistem lokal.

Pusat Riset dan Edukasi di Jantung IKN

Kawasan Wanagama IKN sendiri merupakan area hutan seluas 621 hektare yang terletak di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Area ini sengaja diproyeksikan bukan sekadar sebagai ruang terbuka hijau, melainkan pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis yang masif.

700 Pohon Ditanam di Plaza Legislatif, IKN Perkuat Identitas Kota Hutan
Baca Juga

700 Pohon Ditanam di Plaza Legislatif, IKN Perkuat Identitas Kota Hutan

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisik, melainkan dari hidupnya kembali ekosistem alami yang ramah bagi flora dan fauna.

“Hari Lingkungan Hidup tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kita jalankan setiap hari. Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya. Karena itu, kita mulai melihat berbagai satwa seperti beruang madu dan lutung merah kembali terpantau di kawasan IKN. Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, aktivitas menanam pohon dan menjaga kelestarian lingkungan kini terus diinternalisasi menjadi gaya hidup wajib bagi seluruh warga serta aparatur sipil negara (ASN) yang beraktivitas di Nusantara.

Hakim Tinggi dari Tiga Wilayah Kunjungi IKN, Tinjau Calon Kawasan Yudikatif
Baca Juga

Hakim Tinggi dari Tiga Wilayah Kunjungi IKN, Tinjau Calon Kawasan Yudikatif

Investasi Ekologis dan Konsep Eco Edu Forest

Dukungan penuh terhadap transformasi hijau ini juga datang dari dunia akademik. Rektor UGM, Ova Emilia, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian bumi demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri di masa depan.

“Kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan kesehatan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. UGM siap mendukung pengembangan IKN sebagai smart-forest city yang menjadi contoh pembangunan berkelanjutan,” ujar Ova Emilia.

Dari sisi dunia usaha, Perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Gunawan Setiadi, menjelaskan bahwa keterlibatan sektor swasta berfokus pada pembangunan infrastruktur pembelajaran berbasis alam melalui konsep lingkungan yang terintegrasi.

“Komitmen ini merupakan pengembangan dari konsep Eco Edu Forest yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan penelitian dalam satu kawasan. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam sekaligus pusat edukasi lingkungan yang memberikan manfaat bagi generasi masa depan,” tutur Gunawan.

Melalui sinergi segitiga antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha ini, IKN optimistis dapat membuktikan kepada dunia bahwa pembangunan kota modern berskala besar tetap dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam tropis.

(Dayank Ana)