Jum, 05/06/26 · 07.18.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DLH Pontianak Uji Coba Eco Enzym untuk Jernihkan Air Parit

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 5 Juni 2026 · 12:392 menit baca
Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DLH Pontianak Uji Coba Eco Enzym untuk Jernihkan Air Parit
DLH Kota Pontianak menguji coba penaburan eco enzym di parit Jalan Alianyang untuk mengatasi air hitam dan berbau dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. (Dok. DLHK Pontianak)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak melakukan uji coba penaburan eco enzym di saluran parit kawasan kantor DLH, Jalan Alianyang, Jumat (5/6/2026). Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya memperbaiki kualitas air dan lingkungan perkotaan.

Solusi Limbah Organik untuk Atasi Parit Hitam dan Berbau

Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, Vivi Norvika, menerangkan bahwa eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran, yang dicampur dengan air serta gula atau molase. Cairan ini memiliki sifat pembersih dan antiseptik alami.

Penaburan di kawasan Jalan Alianyang ini sengaja dilakukan sebagai respons atas penurunan kualitas air pada sejumlah drainase di Pontianak.

“Kondisi beberapa parit di Kota Pontianak saat ini mulai berbau dan warna airnya menghitam. Berdasarkan berbagai literatur, eco enzym memiliki manfaat untuk membantu membersihkan air dan mengurangi bau. Karena itu kami mencoba menerapkannya di sini,” tutur Vivi.

Pemprov Kalbar Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
Baca Juga

Pemprov Kalbar Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025

Melalui uji coba ini, Komunitas Hijau berharap masyarakat dapat lebih terlibat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna untuk kebersihan kota.

Akan Diperluas ke Seluruh Parit Kota Pontianak

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Pontianak, Muchammad Yamin, menegaskan bahwa penaburan ini merupakan tahap awal. Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak yang positif, penggunaan eco enzym akan diadopsi secara massal di parit-parit lain.

“Untuk tahap awal kita fokus di kawasan Jalan Alianyang. Jika berhasil, kita berharap bisa diterapkan di seluruh parit yang ada di Kota Pontianak sehingga kota ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkap Yamin.

Buka Seminar Kebangsaan, Ria Norsan Ajak Generasi Muda Rawat Miniatur Indonesia
Baca Juga

Buka Seminar Kebangsaan, Ria Norsan Ajak Generasi Muda Rawat Miniatur Indonesia

Lebih lanjut, Yamin menjelaskan bahwa DLH juga tengah menyiapkan rangkaian program lingkungan lainnya, seperti penanaman pohon, aksi bersih-bersih, hingga penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. DLH menargetkan kawasan TPA ke depan tidak lagi dijauhi masyarakat, melainkan diubah menjadi kawasan produktif yang ramah lingkungan dan berfungsi sebagai paru-paru kota.

“Lingkungan yang bersih bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita. Penaburan eco enzym ini menjadi langkah awal untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

(Dayank Ana)