Kam, 23/07/26 · 18.50.08
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Peristiwa

Kebakaran Lahan Gambut Kubu Raya Dekati Sekolah dan Hunian

Tony
Tony
Jumat, 24 Juli 2026 · 00:191 menit baca
Kebakaran Lahan Gambut Kubu Raya Dekati Sekolah dan Hunian
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare di dekat SMA Negeri 4 Kubu Raya, Desa Limbung, Sungai Raya, Kamis (23/7/2026). (Dok. Polres Kubu Raya)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Api terdeteksi membakar area seluas tiga hektare di Jalan Parit Paeran, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, dengan jarak hanya belasan meter dari bangunan SMA Negeri 4 Kubu Raya.

Pada saat yang hampir bersamaan, titik api lain membakar lahan vegetasi seluas enam hektare di sekitar Perumahan Candramidi, Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya. Kebakaran tersebut mendekati kawasan permukiman warga.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, memimpin langsung aksi penyekatan api di lokasi Desa Limbung bersama tim gabungan. Sementara di Rasau Jaya, pemadaman dipimpin oleh Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan, bersama Manggala Agni dan pemadam swasta.

Melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa upaya pemadaman dan pendinginan telah berhasil melokalisasi kobaran api di permukaan.

Karhutla di Teluk Bakung Bakar TPU dan Dekati Pemukiman Warga
Baca Juga

Karhutla di Teluk Bakung Bakar TPU dan Dekati Pemukiman Warga

“Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan, serta penyekatan bersama instansi terkait dan relawan. Secara visual api berhasil dipadamkan, tetapi bagian dalam tanah gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat,” ujar Ade, Kamis (23/7/2026).

Penyelidikan mendalam kini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya lahan gambut di kedua lokasi tersebut. Kepolisian menegaskan tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan demi kepentingan pribadi.

Proses pendinginan dan penyisiran sisa bara api di kedalaman tanah gambut masih terus dilanjutkan oleh petugas gabungan untuk mencegah potensi munculnya titik api baru.

“Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga udara bersih bagi anak-anak. Siapa pun yang sengaja membakar lahan akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” tegas Ade.

(Tony)