Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Berdasarkan data operasi darat per 4 Juni 2026, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Barat mendeteksi titik api di lima kabupaten, yaitu Sambas, Ketapang, Bengkayang, Sekadau, dan Kubu Raya.
Penanganan intensif terus dilakukan oleh tim gabungan di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi perluasan dampak kabut asap selama musim kemarau 2026.
Situasi Karhutla di Lima Kabupaten
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalbar, berikut adalah rincian situasi dan kondisi terakhir di lapangan:
-
Kabupaten Sambas: Kebakaran melanda tiga wilayah, yakni Kecamatan Paloh, Galing, dan Salatiga. Di Desa Mentibar (Paloh), lahan yang terbakar mencapai 4,7 hektare dengan 1,5 hektare di antaranya berhasil dipadamkan, namun lokasi masih berasap. Titik api di Desa Tri Gadu (Galing) seluas 2,5 hektare berhasil dipadamkan. Sementara di Desa Salatiga, lahan seluas 4 hektare terbakar dan masih berasap. Tim di lapangan membutuhkan dukungan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.
-
Kabupaten Kubu Raya: Titik api ditemukan di Dusun Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya. Kebakaran melanda lahan gambut seluas 2,5 hektare dengan vegetasi semak, pakis, dan akasia. Hingga laporan diturunkan, kondisi api dilaporkan masih menyala.
-
Kabupaten Ketapang: Kebakaran sempat terjadi di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, dengan luas lahan terdampak 0,47 hektare. Petugas berhasil memadamkan lahan seluas 0,2 hektare dan kondisi terakhir dinyatakan padam.
-
Kabupaten Bengkayang: Titik api ditemukan di dua lokasi, yaitu Dusun Laek (Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas) seluas 0,5 hektare, dan Dusun Bare Mada (Desa Lamolda, Kecamatan Lumar) seluas 2 hektare. Kondisi terakhir di kedua lokasi tersebut dilaporkan sudah padam.
-
Kabupaten Sekadau: Karhutla seluas 0,2 hektare melanda kawasan Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, karet, dan hutan sekunder. Api di lokasi ini sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Puncak Kemarau Diprediksi hingga September, DLHK Kalbar Siagakan Brigade Karhutla di Tingkat Tapak
Puncak Kemarau Rawan Karhutla, DLHK Kalbar Tekankan Sinergi dan Tujuh Langkah Strategis di Tingkat Tapak
Penguatan Pemantauan di Lapangan
Koordinator Harian Pusdalops sekaligus Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, menyatakan bahwa pemantauan dan penanganan darat terus diperketat secara terpadu. Langkah ini melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten, pihak swasta, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Pemantauan dan penanganan darat terus diperketat secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten, dan pihak swasta,” ujar Daniel.
Upaya penanganan intensif ini menjadi prioritas utama, terutama bagi daerah-daerah di Kalimantan Barat yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap.
(Dayank Ana)
