Sab, 18/07/26 · 16.22.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Puncak Kemarau Rawan Karhutla, DLHK Kalbar Tekankan Sinergi dan Tujuh Langkah Strategis di Tingkat Tapak

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 3 Juni 2026 · 17:472 menit baca
Puncak Kemarau Rawan Karhutla, DLHK Kalbar Tekankan Sinergi dan Tujuh Langkah Strategis di Tingkat Tapak
BMKG prediksi kemarau berlangsung Juni-September 2026. Kepala DLHK Kalbar Adi Yani instruksikan tujuh langkah strategis dan sinergi lintas sektor hadapi karhutla. (Dok. DLHK Kalbar)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kering dan kemarau monsunal pada tahun ini akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026. Menanggapi peringatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pelecut untuk memperkuat sinergi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seruan tersebut disampaikan oleh Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) UPT KPH Provinsi Kalbar Angkatan I di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini didanai penuh oleh Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Output 2 Green Climate Fund (GCF) Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026.

“Saya meminta kepada seluruh jajaran pemerintah, UPT KPH, serta masyarakat dari tingkat desa hingga provinsi, bersama-sama dengan TNI dan Polri, untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama dalam penanggulangan karhutla,” kata Adi Yani.

Tujuh Langkah Fundamental Hadapi Titik Api

Adi Yani mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional dan reaktif. Menghadapi ancaman yang semakin kompleks, ia menekankan tujuh langkah taktis yang harus dijalankan secara sistematis di tingkat tapak:

Puncak Kemarau Diprediksi hingga September, DLHK Kalbar Siagakan Brigade Karhutla di Tingkat Tapak
Baca Juga

Puncak Kemarau Diprediksi hingga September, DLHK Kalbar Siagakan Brigade Karhutla di Tingkat Tapak

  • Kesiapan Sarpras dan Personel: Memastikan sumber daya manusia serta sarana prasarana pemadaman dalam kondisi prima dan siap dioperasionalkan sewaktu-waktu.

  • Prioritas Pencegahan: Melibatkan masyarakat secara aktif lewat sosialisasi, penyadartahuan, dan program pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.

  • Patroli Bersama Perusahaan: Menggandeng pemegang izin usaha di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan untuk meningkatkan intensitas patroli bersama Brigade Dalkarhutla.

  • Respons Cepat Peringatan Dini: Menindaklanjuti setiap hasil pemantauan dan deteksi dini kebakaran dengan mengerahkan segala potensi sumber daya yang ada.

  • Pemadaman Dini secara Efektif: Memadamkan api sesegera mungkin sebelum meluas dengan memberdayakan Regu Inti, Regu Perbantuan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

  • Penataan Ekosistem Gambut: Menjaga tinggi muka air tanah di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) agar tetap basah melalui pembangunan sumur bor, sekat kanal (tabat), dan embung.

  • Koordinasi Lintas Sektor: Meningkatkan intensitas komunikasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, hingga lembaga adat setempat.

Dukung Penurunan Emisi Global, Pemprov Kalbar Revisi Rencana Kehutanan
Baca Juga

Dukung Penurunan Emisi Global, Pemprov Kalbar Revisi Rencana Kehutanan

Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri telah membentuk unit Brigade Dalkarhutla yang siaga secara permanen di 17 UPT KPH di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Pelatihan Gabungan Tiga Wilayah

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya dan Ekosistem DLHK Kalbar, Hairil Anwar, memaparkan bahwa bimbingan teknis angkatan pertama ini menyasar personel di garis terdepan dari tiga wilayah rawan, yakni UPT KPH Mempawah, Bengkayang, dan Sambas. Total peserta mencapai 30 orang, dengan delegasi masing-masing 10 personel.

Materi pembelajaran dikemas dengan komposisi 70 persen teori melalui diskusi kelas dan 30 persen praktik lapangan.

BPBD Kalbar Deteksi Karhutla di Lima Kabupaten, Api di Kubu Raya Masih Menyala
Baca Juga

BPBD Kalbar Deteksi Karhutla di Lima Kabupaten, Api di Kubu Raya Masih Menyala

“Praktik lapangan berupa simulasi langsung terkait teknik pemadaman, pemeliharaan sekat bakar, pemeliharaan tabat, dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” jelas Hairil Anwar.

Pelatihan ini melibatkan narasumber dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Kehutanan, internal DLHK Kalbar, serta instruktur lapangan dari UPT KPH Wilayah Kubu Raya, dengan pengawasan ketat dari tim supervisor pusat.

(Dayank Ana)