Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman di Kaltim, Penyaluran Bantuan Berlanjut hingga Desember

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 26 September 2026 · 16:511 menit baca
Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman di Kaltim, Penyaluran Bantuan Berlanjut hingga Desember
Penyimpanan cadangan beras di gudang Perum Bulog Kaltim. (Dok. Pemprov Kaltim)

Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) memastikan ketersediaan pasokan beras di Kalimantan Timur berada dalam kondisi aman untuk mendukung ketahanan pangan hingga akhir tahun 2026.

Saat ini, total cadangan stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 15.000 ton guna mengantisipasi berbagai kebutuhan program pemerintah.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said, menjelaskan bahwa stok tersebut dialokasikan secara optimal, salah satunya untuk menyukseskan program bantuan pangan nasional.

Penyaluran tahap awal telah berjalan dari Juli hingga September dan dipastikan akan terus berlanjut hingga Desember mendatang.

Lahan 172 Konsesi Terbakar di Kaltim, Koalisi Sipil Soroti Sanksi Pemerintah
Baca Juga

Lahan 172 Konsesi Terbakar di Kaltim, Koalisi Sipil Soroti Sanksi Pemerintah

“Kalau untuk ketahanan pangan sekarang kurang lebih sekitar 15.000 ton. Ini kita pakai untuk bantuan pangan. Bantuan pangan ini akan berlanjut sampai dengan Desember nantinya,” ujar Musazdin saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait ketahanan pangan di Kaltim, Kamis (24/9/2026).

Selain menyalurkan bantuan sosial, Bulog secara konsisten mengendalikan stabilitas harga beras di pasaran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beremblem kemasan kuning, serta menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan angka inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat.

Kendati demikian, Musazdin tidak menampik bahwa ketahanan pangan di Kaltim masih menghadapi tantangan struktural, terutama terkait keterbatasan volume produksi lokal.

Untuk menutup kebutuhan konsumsi masyarakat yang cukup tinggi, sebagian besar pasokan beras Kaltim masih harus didatangkan dari sentra produksi lain di Pulau Jawa dan Sulawesi melalui skema pemerataan stok antar-wilayah Bulog.

(Dayank Ana)