Warga Kabupaten Kutai Barat mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan segera menyusun pemetaan potensi ekonomi lokal agar daerah perbatasan penyangga tersebut tidak sekadar menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu, (26/9/2026).
Langkah antisipasi dan kesiapan daerah dinilai mendesak guna menangkap limpahan perputaran rantai pasok kebutuhan pangan maupun jasa bagi ibu kota baru.
Faktor pemicu transformasi sosial ekonomi masyarakat lokal diuraikan oleh warga Kutai Barat, Sarnelius. Dinamika lingkungan masyarakat dinilai dipengaruhi oleh ragam sektor industri ekstraktif.
“Tetapi juga karena perusahaan tambang, perkebunan dan gaya hidup,” kata Sarnelius, Jumat, (25/9/2026).

