Jum, 28/08/26 · 13.19.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bentengi Perbatasan dari Mata Uang Asing, BI Kalbar dan FJPI Edukasi Rupiah

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 28 Agustus 2026 · 18:482 menit baca
Bentengi Perbatasan dari Mata Uang Asing, BI Kalbar dan FJPI Edukasi Rupiah
Peserta dan pejabat BI Kalbar serta FJPI Kalbar foto bersama dalam edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah di Pontianak. (Dok. FJPI Kalbar)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalbar menggelar kampanye edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk mengantisipasi minimnya pemahaman masyarakat terhadap kedaulatan mata uang negara di kawasan perbatasan, Jumat (28/8/2026).

Langkah strategis yang berlangsung di Kantor BI Kalbar ini diambil mengingat posisi geografis Kalimantan Barat yang rentan terhadap pengaruh mata uang asing.

Ketua FJPI Kalbar Dina Prihatini Wardoyo menggarisbawahi bahwa urgensi literasi finansial di wilayah ini tidak bisa dianggap remeh.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh FJPI Kalbar mengingat Kalimantan Barat banyak sekali kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia sehingga kesadaran literasi finansial terhadap CBP dinilai masih kurang untuk diaplikasikan masyarakat. Dengan adanya peserta dari berbagai kalangan, mereka akan menyosialisasikan ke yang lain terkait CBP ini,” ungkap Dina.

Masa Tugas Berakhir, Konsul Malaysia Azizul Zekri Pamit ke Wali Kota Pontianak
Baca Juga

Masa Tugas Berakhir, Konsul Malaysia Azizul Zekri Pamit ke Wali Kota Pontianak

Selain aspek kedaulatan, esensi dari mencintai Rupiah juga diukur dari perlakuan fisik masyarakat terhadap uang tunai. Kondisi uang yang terawat berdampak langsung pada efisiensi pencetakan dan masa edar uang di masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar Reinaldy Akbar Ariesha menegaskan bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan juga instrumen penyimpan nilai yang fisiknya harus dijaga.

“Kita bisa merawat uang Rupiah dengan gerakan 5J: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distepler, Jangan Dibasahi,” ujar Reinaldy memberikan panduan praktis.

Agenda edukasi yang melibatkan 100 peserta dari elemen komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mahasiswa, serta insan pers ini juga beririsan dengan semarak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026.

Polda Kalbar Sita 2 Kg Narkotika di Perbatasan Bengkayang, Satu Kurir Dilumpuhkan
Baca Juga

Polda Kalbar Sita 2 Kg Narkotika di Perbatasan Bengkayang, Satu Kurir Dilumpuhkan

Kepala Seksi Kehumasan BI Kalbar Malinda Merrys J. menilai pelibatan komunitas jurnalistik sangat efektif untuk mendongkrak resonansi kampanye bank sentral.

“Melalui kegiatan ini, kami mengapresiasi karena membantu kami sebagai perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memperluas edukasi terkait kesadaran Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” jelas Malinda.

Sinergi antara otoritas moneter dan kelompok sipil ini turut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar Christianus Lumano yang hadir mewakili Gubernur Ria Norsan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal literasi finansial warganya.

“Saya berharap kegiatan edukasi yang diinisiasi FJPI Kalbar ini dapat berjalan lancar dan melahirkan gagasan-gagasan inspiratif untuk memperluas wawasan dan mengasah keahlian peserta,” kata Lumano.

Melalui pendekatan akar rumput ini, BI dan Pemprov Kalbar menargetkan para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi bertransformasi menjadi agen perubahan yang secara aktif mengkampanyekan pentingnya menjaga muruah Rupiah, terutama di tapal batas negara.

(Hendrawan)