Sab, 29/08/26 · 11.24.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Bulu Tangkis

Tiket Semifinal Sold Out Yuni Kartika Takjub Antusiasme Warga Pontianak di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 29 Agustus 2026 · 16:061 menit baca
Tiket Semifinal Sold Out Yuni Kartika Takjub Antusiasme Warga Pontianak di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Sebanyak 2.500 tiket semifinal Pontianak International Challenge 2026 sold out, Ketua Panitia Yuni Kartika takjub lihat antusiasme warga Kalbar. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Gelaran POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 mendapat sambutan masif dari pecinta bulu tangkis Kalimantan Barat. Hal ini dibuktikan dengan ludesnya 2.500 lembar tiket pada laga semifinal hari ini, Sabtu (29/8/2026), yang menegaskan tingginya dahaga publik Pontianak terhadap tontonan olahraga bertaraf internasional.

Ketua Panitia POLYTRON Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengonfirmasi bahwa seluruh kuota tiket yang disiapkan untuk rangkaian pertandingan hari ini telah habis terjual. Tren positif ini dipastikan akan terus berlanjut hingga partai puncak, mengingat alokasi tiket daring untuk laga final esok hari juga sudah ludes diburu penonton.

“Total tiket 2.500 dan sudah sold out hari ini. Untuk besok, jumlah tiket yang dijual sama 2.500. Untuk pembelian online sudah sold out dan untuk offline baru akan dibuka besok,” ungkap Yuni.

Penuhnya kapasitas tribun berbanding lurus dengan atmosfer pertandingan yang tercipta di dalam arena. Sorak-sorai dan dukungan tanpa henti dari masyarakat Pontianak tidak hanya menjadi teror bagi lawan, tetapi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi para atlet yang tengah memperebutkan tiket ke babak final.

Ganda putri Jepang Nijika Kamata dan Maya Taguchi, sukses mengamankan tiket semifinal POLYTRON Pontianak International Challenge 2026
Baca Juga

Ganda putri Jepang Nijika Kamata dan Maya Taguchi, sukses mengamankan tiket semifinal POLYTRON Pontianak International Challenge 2026

Merespons membludaknya penonton, Yuni mengaku sangat terkesan. Ia menilai bahwa gairah olahraga di Pontianak hidup dan beresonansi positif dengan jalannya turnamen.

“Antusiasmenya luar biasa sekali. Kami melihat masyarakat Pontianak sangat menikmati dan memberikan dukungan yang begitu besar untuk para atlet yang bertanding. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi kami sebagai panitia,” papar mantan pebulu tangkis nasional tersebut.

Menatap laga final pada Minggu (30/8/2026), pihak penyelenggara memproyeksikan gemuruh yang lebih besar akan kembali memadati arena. Yuni berharap, energi dan kemeriahan turnamen internasional ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan mampu meninggalkan warisan jangka panjang bagi ekosistem olahraga di Kalimantan Barat.

“Mudah-mudahan antusiasme masyarakat terus meningkat sampai pertandingan final besok, dan event seperti ini bisa semakin memperkuat kecintaan masyarakat Kalimantan Barat terhadap olahraga bulu tangkis,” pungkasnya.

(Hendrawan)