Sab, 29/08/26 · 09.47.38
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kemarau dan Kabut Asap Pekat, Ribuan Warga Pontianak Gelar Salat Istisqa

Memei
Memei
Sabtu, 29 Agustus 2026 · 16:002 menit baca
Kemarau dan Kabut Asap Pekat, Ribuan Warga Pontianak Gelar Salat Istisqa
Ribuan umat Islam laksanakan salat istisqa di Masjid Raya Mujahidin Pontianak usai dua bulan kemarau dan kasus ISPA melonjak akibat kabut asap pekat. (Dok. Prokopim Pontianak)

Ribuan umat Islam menggelar salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak, Sabtu, (29/8/2026).

Pelaksanaan ibadah permohonan hujan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut dipaparkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Hari ini kita melaksanakan salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, diikuti ribuan masyarakat Kota Pontianak. Kita meminta hujan yang berkah karena sudah dua bulan lebih tidak hujan,” ujarnya, Sabtu, (29/8/2026).

Harapan atas pemulihan kondisi lingkungan dan cuaca di Kalimantan Barat diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.

Dampak Asap Karhutla Meluas, RSU YARSI Siagakan Puluhan Tenaga Medis di Kubu Raya
Baca Juga

Dampak Asap Karhutla Meluas, RSU YARSI Siagakan Puluhan Tenaga Medis di Kubu Raya

“Mudah-mudahan semua ampunan dan doa masyarakat Kota Pontianak serta Kalimantan Barat dikabulkan,” katanya.

Memburuknya kualitas udara hingga masuk kategori berbahaya dalam empat hari terakhir mendorong diterbitkannya imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan. Kewaspadaan warga terhadap paparan polusi udara ditekankan dalam pesannya.

“Kita mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar,” pesannya.

Perlindungan kesehatan peserta didik dipastikan melalui perpanjangan kebijakan belajar dari rumah bagi jenjang sekolah. Alasan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka dijelaskan dalam penjelasannya.

Nyaris Bakar Pesantren dan Rumah Warga, Polisi Padamkan Karhutla di Kubu Raya
Baca Juga

Nyaris Bakar Pesantren dan Rumah Warga, Polisi Padamkan Karhutla di Kubu Raya

“Untuk pendidikan masih kita liburkan sampai cuaca membaik. Kita tidak ingin asap mengganggu kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) harian yang menembus lebih dari 300 kasus per hari dari rata-rata normal 100 hingga 200 kasus.n Kenaikan angka kesakitan akibat paparan asap dirinci oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko.

“Kasus ISPA kita hariannya sudah 300 lebih setiap hari. Biasanya kalau normal sekitar 100 sampai 200, sekarang sudah 300 lebih per hari,” ujarnya.

Akumulasi kasus ISPA sepanjang tahun yang mencapai kisaran 36 ribu kasus dan keterkaitannya dengan kabut asap Agustus dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Sekarang sekitar 36 ribu, tetapi asap mulai Agustus. Jadi sebelum Agustus itu infeksi saluran pernapasan biasa,” jelasnya.

Antisipasi dampak kesehatan dilakukan melalui penyiagaan logistik obat ISPA serta penanganan potensi penyakit diare akibat menyusutnya pasokan air bersih. Kesiapan pasokan obat-obatan dan logistik darurat dipaparkan dalam keterangannya.

Karhutla sebagai Kejahatan Negara-Korporasi, WALHI: Saatnya Negara dan Korporasi Bertanggung Jawab
Baca Juga

Karhutla sebagai Kejahatan Negara-Korporasi, WALHI: Saatnya Negara dan Korporasi Bertanggung Jawab

“Kita menyiapkan logistik untuk ISPA. Sekarang kita juga menyiapkan logistik diare karena kondisi air juga berkurang,” ujarnya.

Fasilitasi ruang oksigen gratis turut disiagakan di seluruh puskesmas, rumah sakit, dan kantor dinas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami sesak napas. Penyediaan layanan darurat pernapasan dijelaskan dalam penjelasannya.

“Bagi masyarakat yang mengalami sesak bisa datang untuk mendapatkan oksigen secara gratis,” jelasnya.

Proporsi kejadian komplikasi radang paru atau pneumonia dari keseluruhan penderita ISPA dipaparkan dalam keterangannya.

“Pneumonia dari ISPA sekitar satu persen. Yang terparah belum ada, yang perawatan juga kita pantau tidak terlalu banyak,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan dini dan pemakaian masker diimbau bagi kelompok rentan rentang usia 9 hingga 60 tahun sebagai penutup keterangannya.

Selidiki Asal Api Karhutla 20 Hektare di Parit Seruat, Polisi Pasang Garis Polisi
Baca Juga

Selidiki Asal Api Karhutla 20 Hektare di Parit Seruat, Polisi Pasang Garis Polisi

“Yang paling penting kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker. Kalau mengalami sesak, silakan datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” pungkasnya.

(Memei)