Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak menyiagakan puluhan tenaga kesehatan di Posko Segar Karang Taruna, Jalan Arteri Supadio, guna menangani dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi relawan serta masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Sabtu, (29/8/2026).
Penyediaan layanan medis darurat tersebut difokuskan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan dan penurunan stamina petugas pemadam di garis depan.
Urgensi penanganan kesehatan bagi garda terdepan penanganan bencana dipaparkan oleh Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Suhadi SW.
“Ini kan merupakan bencana nasional, di mana model kepedulian YARSI adalah pertama kita turut serta menanggulangi dampak daripada kebakaran hutan dan lahan, terutama kaitannya dengan masalah kesehatan, baik itu kesehatan petugasnya maupun kesehatan dari masyarakat setempat,” ujar Suhadi SW, Sabtu, (29/8/2026).
Akses pemeriksaan fisik dan pertolongan pertama dibuka secara luas bagi masyarakat sekitar lokasi karhutla yang mulai merasakan keluhan saluran pernapasan. Kesiapan posko darurat dalam melayani warga diuraikan lebih lanjut dalam keterangannya.
“Apabila masyarakat mengalami gejala-gejala, mungkin ada yang karena pernapasan dan lain-lain, bolehlah nanti datang ke sini. Kita siap untuk memberikan pertolongan,” katanya.
Operasional posko medis ini diperkuat oleh tim gabungan lintas institusi kesehatan di bawah naungan YARSI yang bertugas sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026. Rincian komposisi personel dan armada ambulans dirinci dalam penjelasannya.
“Saat ini kita ada beberapa anggota kita dari rumah sakit, ada dua dokter, tiga ambulans. Kita dari STIKES ada 21 perawat, kemudian dari Akademi Farmasi ada 19 tenaga kefarmasian,” jelas Suhadi.
Di sisi lain, Posko Segar yang bertempat di halaman Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya disiapkan sebagai fasilitas pemulihan fisik bagi aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan pemadam kebakaran swasta. Riwayat dan konsep pendirian posko logistik relawan dijelaskan oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah.
“Posko Segar ini sudah berjalan empat kali di musim kemarin. Konsepnya kita datang ke lokasi kebakaran membawa buah, vitamin, air dingin, air segar untuk para relawan pemadam kebakaran,” ujar Juliansyah.
Fasilitas tenda berukuran 6×12 meter yang didukung Pengurus Nasional Karang Taruna tersebut dioperasikan sebagai ruang singgah bersama seluruh unsur pemadam. Keterbukaan sarana istirahat bagi para petugas di lapangan disampaikan dalam keterangannya.
“Teman-teman relawan pemadam kebakaran swasta, TNI, Polri maupun BPBD silakan singgah di Posko Segar ini,” katanya.
Selain kebutuhan konsumsi, posko tersebut dilengkapi dengan tabung oksigen guna pertolongan darurat relawan yang mengalami sesak napas akibat paparan asap pekat.
Kelengkapan fasilitas medis darurat dipaparkan lebih lanjut dalam penjelasannya.
“Yang kami siapkan di dalam Posko Segar ini ada tim kesehatan yang bisa mengecek kesehatan, dan kami juga sudah menyiapkan tabung oksigen nantinya. Terus kami menyiapkan vitamin, snack untuk teman-teman pemadam kebakaran, air, jeruk, buah dan yang lainnya,” jelas Juliansyah.
Distribusi logistik secara langsung menuju titik api kebakaran gambut disiagakan sebagai langkah penutup layanan tanggap darurat.
“Teman-teman bisa santai dan juga tidak menutup kemungkinan ketika teman-teman di lokasi membutuhkan suatu bantuan, misalnya butuh air segar atau apa, bisa kemungkinan juga kami datang ke lokasi untuk memberikan bantuan tersebut,” pungkasnya.
(Hendrawan)