Sel, 25/08/26 · 09.10.20
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dukung Generasi Muda, Bank Kalbar dan Pemkot Pontianak Beri Apresiasi Paskibraka 2026

Roska Putra
Roska Putra
Minggu, 23 Agustus 2026 · 13:092 menit baca
Dukung Generasi Muda, Bank Kalbar dan Pemkot Pontianak Beri Apresiasi Paskibraka 2026
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama manajemen Bank Kalbar dan Paskibraka Kota Pontianak 2026 memperlihatkan simbolis tabungan dan voucher apresiasi. (Dok. Bank Kalbar)

Bank Kalbar bersama Pemerintah Kota Pontianak dan sejumlah mitra menyerahkan apresiasi serta fasilitas pemanfaatan produk layanan perbankan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak Tahun 2026 yang telah sukses menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).

Penyerahan apresiasi yang didukung oleh Bank Kalbar, Dekranasda Kota Pontianak, Hotel Novotel, Mitra Anda, dan Optik Pontianak tersebut diserahkan dalam agenda Ramah Tamah dan Apresiasi Paskibraka Kota Pontianak Tahun 2026 di UMKM Center Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para anggota Paskibraka, terutama Celine Olivia Apriani Theo dari SMK 5 Pontianak yang dipercaya menjadi pembawa baki pada pengibaran Merah Putih di Istana Merdeka.

“Saya mengucapkan apresiasi, terima kasih, dan tentu berbahagia atas prestasi adik-adik yang telah menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, terutama Celine yang membawa harum nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat di event nasional,” ujarnya.

Fasilitasi Pemkot Pontianak, Bank Kalbar Salurkan Bansos APBD 2026 Tahap 2
Baca Juga

Fasilitasi Pemkot Pontianak, Bank Kalbar Salurkan Bansos APBD 2026 Tahap 2

Edi menegaskan bahwa kepercayaan tampil di tingkat nasional membutuhkan ketangguhan fisik, mental, spiritual, serta kedisiplinan tinggi. Kehadiran Paskibraka diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda di Kalimantan Barat untuk terus berani bermimpi dan bekerja keras.

“Kita ingin memberikan semangat bagi generasi muda, bahwa kita bisa berprestasi di tingkat nasional,” ucapnya.

Ia juga berharap nilai kekompakan dan cinta tanah air yang diperoleh selama pelatihan terus dijaga.

“Tugas pengibaran bendera mungkin telah selesai, tetapi tugas untuk menjaga kehormatan bangsa dan menjadi teladan generasi muda baru saja dimulai,” jelasnya.

Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Tunai Rp600 Ribu untuk 670 Warga Berpenghasilan Rendah
Baca Juga

Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Tunai Rp600 Ribu untuk 670 Warga Berpenghasilan Rendah

Sementara itu, Celine Olivia Apriani Theo mengaku bersyukur dan bangga dapat membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.

“Saya sangat senang dan bangga karena bisa bertemu dengan teman-teman dari 38 provinsi yang ada di Indonesia,” ujar Celine.

Ia berpesan agar generasi muda Pontianak tidak ragu terhadap potensi yang dimiliki.

“Pesan saya untuk teman-teman semuanya, tetap semangat dan jangan pernah takut untuk bermimpi. Jangan pernah ragu sama kemampuan diri kita sendiri. Teruslah berproses, karena proses itulah yang akan mengantarkan kita ke kesuksesan,” ucapnya.

Kisah perjuangan juga diungkapkan oleh Adrian Dimas Christoper Situmorang, anggota Paskibraka asal SMA Negeri 4 Pontianak. Ia menceritakan bagaimana dinamika latihan yang melelahkan hingga akhirnya membuahkan rasa bangga.

“Kami merasa letih, lelah, dan rindu sama orang tua. Jujur kami juga merasa ingin cepat-cepat pulang,” ujarnya.

Sulap Limbah Jadi Rupiah, Pontianak Diguyur Rp157 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu
Baca Juga

Sulap Limbah Jadi Rupiah, Pontianak Diguyur Rp157 Miliar untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

Namun, semangatnya kembali bangkit berkat dorongan dari para pelatih di lapangan.

“Saya tahu bahwa Pak Fajar (pelatih) selalu mengingatkan, orang-orang yang terpilih sebagai Paskibraka Kota Pontianak merupakan orang-orang terbaik dari banyak sekolah,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, kelelahan tersebut berubah menjadi motivasi besar hingga tugas penyesuaian penurunan bendera di bawah cuaca yang sempat diguyur hujan berhasil diselesaikan dengan baik.

“Perasaan letih, lelah, dan ingin cepat-cepat pulang mulai menghilang. Malahan berganti menjadi semangat yang menggebu-gebu,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Ketika penurunan, mental kami sempat terguncang karena cuacanya kurang baik. Waktu itu hujan. Puji Tuhan, ketika penurunan tiba-tiba hujan berhenti dan kondisi cuaca membaik,” kenangnya.

(roska)