Sel, 25/08/26 · 02.41.23
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan di IKN, Hujan Mulai Guyur Kalimantan Timur

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 25 Agustus 2026 · 08:402 menit baca
Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan di IKN, Hujan Mulai Guyur Kalimantan Timur
OIKN, BMKG, dan TNI AU lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di IKN, hujan mulai turun di Mahakam Ulu dan elevasi intake Sungai Sepaku naik. (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama BMKG, TNI Angkatan Udara, dan BPBD menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) lewat lima sortie penerbangan pesawat Casa 212 A-2105 dari Lanud Dhomber Balikpapan guna memicu hujan buatan serta mengantisipasi dampak kemarau ekstrem El Nino di kawasan IKN dan sekitarnya, Senin, (24/8/2026).

Penyemaian garam NaCl sebanyak 800 kilogram per sortie yang berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) tersebut mulai membuahkan hasil dengan turunnya hujan berintensitas 20 milimeter di Kabupaten Mahakam Ulu serta wilayah Kutai Kartanegara, yang turut menaikkan tinggi muka air intake Sungai Sepaku menjadi +2,05 meter.

Titik Api Dekati Delineasi IKN, Otorita Bentuk Satuan Reaksi Cepat Karhutla
Baca Juga

Titik Api Dekati Delineasi IKN, Otorita Bentuk Satuan Reaksi Cepat Karhutla

Urgensi intervensi teknologi atmosfer guna menjaga pasokan air baku di IKN dipaparkan oleh Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga.

“Saat ini kita mengalami musim kering, dampak dari terjadinya El Nino. Bukan hanya di Kaltim, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Dampak El Nino itu di antaranya kekeringan. Salah satu hal yang perlu kita antisipasi adalah ketersediaan air. Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,” ujar Danis, Senin, (24/8/2026).

Tantangan teknis terkait keterbatasan pembentukan awan hujan di tengah periode kering dijelaskan oleh Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan BMKG, Djoko Sumardiono. Kondisi atmosfer dan riwayat keberhasilan penyemaian awan diuraikan lebih lanjut.

“Terkait cuaca terkini, di Kalimantan Timur sudah hampir dua pekan ini tidak turun hujan. Untuk operasi modifikasi cuaca kali ini, perkembangan awan untuk hari ini ada di perbatasan utara Kalimantan Timur itu sangat bagus dilakukan operasi ini. Secara historis tingkat keberhasilan (OMC) ini di angka 30 persen karena ini musim kemarau yang langka awan,” jelas Djoko Sumardiono.

Hadapi Ancaman Kekeringan, Otorita IKN Bersama TNI AU dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Baca Juga

Hadapi Ancaman Kekeringan, Otorita IKN Bersama TNI AU dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Di sisi lain, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperketat mengingat eskalasi titik api di Kalimantan Timur telah meluas sepanjang bulan Agustus. Data akumulasi titik kebakaran lahan dipaparkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan.

“Di Agustus ini totalnya sudah 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare berdasarkan data yang masuk di kami. Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Buyung Dodi Gunawan.

Pemantauan hidrologis dan ketersediaan awan potensial dipastikan terus dilakukan tim gabungan guna menentukan kelanjutan misi penerbangan penyemaian di atas langit Kalimantan Timur.

(Dayank Ana)