Sel, 21/07/26 · 13.13.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Optimalkan Kontribusi PAD, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar Minta Bank Kalbar Pacu Kinerja

Roska Putra
Roska Putra
Selasa, 14 Juli 2026 · 13:202 menit baca
Optimalkan Kontribusi PAD, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalbar Minta Bank Kalbar Pacu Kinerja
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Barat Agus Sudarmansyah memberikan keterangan terkait dorongan kinerja Bank Kalbar. (Dok. Ist)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, mendorong jajaran manajemen Bank Kalbar untuk terus memacu kinerja dan kualitas pelayanan. Langkah ini dinilai krusial agar bank milik daerah tersebut mampu membukukan tren pertumbuhan laba bersih yang positif dari tahun ke tahun.

Menurut Agus, peningkatan laba bersih bukan sekadar capaian angka di atas kertas, melainkan memiliki dampak langsung terhadap kenaikan dividen. Dividen inilah yang nantinya menjadi salah satu pilar penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Barat.

“Tentu harapan kita Bank Kalbar terus meningkatkan performa pelayanannya di sektor perbankan. Dengan begitu, laba bersihnya dari tahun ke tahun bisa terus meningkat,” ujar Agus saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, sebagaimana terekam pada dokumentasi foto pendukung.

Dukung Transparansi Dana Desa, DPRD Pontianak Apresiasi Inovasi Cash Management System Bank Kalbar
Baca Juga

Dukung Transparansi Dana Desa, DPRD Pontianak Apresiasi Inovasi Cash Management System Bank Kalbar

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dinamis dan penuh tantangan, Agus mengingatkan bahwa manajemen Bank Kalbar harus lebih adaptif. Kemampuan mengantisipasi risiko dan membaca peluang pasar menjadi kunci agar performa bisnis perusahaan tetap terjaga di jalur positif.

Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), Bank Kalbar memegang peran strategis dalam postur keuangan wilayah. Agus menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan pemegang saham terbesar, sehingga fluktuasi laba bank akan langsung memengaruhi kapasitas fiskal daerah.

“Harapan kita Bank Kalbar bisa memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap PAD. Bagaimanapun, Pemprov Kalbar adalah pemegang saham utama yang mengandalkan dividen ini untuk pembangunan,” lanjutnya.

Dorong Penyaluran KUR dan Efektivitas Program CSR

Tak hanya fokus pada sektor fiskal, ia juga meminta Bank Kalbar memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi riil. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperluas jangkauan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta menghadirkan inovasi layanan perbankan yang ramah bagi pelaku usaha lokal.

“Penyaluran kredit yang tepat sasaran akan sangat membantu pertumbuhan UMKM dan mempercepat roda perputaran ekonomi di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” tambahnya.

Matangkan Strategi 2026, Direktur Utama Bank Kalbar Turun Langsung ke Cabang Daerah
Baca Juga

Matangkan Strategi 2026, Direktur Utama Bank Kalbar Turun Langsung ke Cabang Daerah

Di samping mengejar target profitabilitas, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan manajemen agar tidak melupakan aspek sosial. Pengelolaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) harus disalurkan secara tepat guna dan transparan.

Menurut Agus, dana CSR Bank Kalbar memegang peran penting sebagai solusi alternatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Prioritas pengalokasian program CSR yang didorong antara lain:

  • Sektor Usaha: Penguatan kapasitas dan modal usaha bagi pelaku UMKM lokal.

  • Fasilitas Publik: Perbaikan sarana pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

  • Infrastruktur Desa: Pembangunan sarana pendukung skala kecil yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Fundamental Bisnis Kuat, Bank Kalbar Cetak Pertumbuhan Positif di Semester I 2026
Baca Juga

Fundamental Bisnis Kuat, Bank Kalbar Cetak Pertumbuhan Positif di Semester I 2026

Ia optimistis, dengan komitmen pembenahan yang berkelanjutan, Bank Kalbar mampu menjadi lembaga keuangan yang sehat sekaligus berdampak luas bagi masyarakat.

“Kuncinya ada pada perbaikan tata kelola manajemen dan peningkatan mutu pelayanan. Jika itu berjalan baik, laba bersih otomatis naik, dividen membesar, dan kontribusi terhadap PAD pun akan semakin optimal,” pungkas Agus.

(roska)