Sab, 29/08/26 · 08.02.43
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hendak Diperdagangkan, Tiga Buaya Sinyulong di Mempawah Dievakuasi Petugas

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Sabtu, 29 Agustus 2026 · 13:431 menit baca
Hendak Diperdagangkan, Tiga Buaya Sinyulong di Mempawah Dievakuasi Petugas
Balai PK Pontianak evakuasi tiga anakan buaya sinyulong di Mempawah yang menetas di rumah warga dan diindikasikan hendak diperdagangkan. (Dok. BPKP)

Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak mengevakuasi tiga ekor anakan buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) berukuran masing-masing 33 sentimeter dari kediaman seorang nelayan sungai di Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Sabtu, (29/8/2026).

Penyelamatan satwa langka yang dikenal masyarakat Dayak Kanayatn sebagai “Baringayong” tersebut bermula dari laporan warga pada 20 Agustus 2026 mengenai adanya anakan buaya yang menetas dari telur sarang liar dan diindikasikan hendak diperjualbelikan.

Evaluasi medis lanjutan dilakukan secara daring bersama dokter hewan spesialis, Rio, yang mencatat ketiga anakan buaya berada dalam kondisi klinis baik namun masih memiliki sisa kantung kuning telur (yolk sac) pada area perut ventral, sehingga rentan infeksi dan memerlukan inkubasi intensif.

Pemantauan berkala selama masa rehabilitasi di tempat penampungan sementara dipaparkan oleh Kepala Balai PK Pontianak, Sy. Iwan Taruna Alkadrie.

Kepung Pondok Kebun di Melawi, Satgas Karhutla Evakuasi Satu Keluarga dari Kobaran Api
Baca Juga

Kepung Pondok Kebun di Melawi, Satgas Karhutla Evakuasi Satu Keluarga dari Kobaran Api

“Selama rehabilitasi dalam inkubasi, akan kita pantau perkembangannya..,” ungkap Sy. Iwan Taruna Alkadrie, Sabtu, (29/8/2026).

Penyelamatan ketiga reptil moncong runcing ini menambah total anakan buaya yang kini direhabilitasi di Balai PK Pontianak. Rincian jumlah satwa yang berada di fasilitas penampungan dijelaskan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Dari empat ekor tersebut terdapat 1 ekor anakan buaya muara dengan ukuran 38 centimeter,” jelas Iwan.

Sempat Mengungsi di Perahu, Korban Rumah Roboh di Bansir Laut Kini Dapat Hunian
Baca Juga

Sempat Mengungsi di Perahu, Korban Rumah Roboh di Bansir Laut Kini Dapat Hunian

Keberadaan sarang telur aktif di perairan terhubung antara Kecamatan Anjungan dan Kecamatan Toho menandai bentang Sungai Mempawah Hulu sebagai habitat berkembang biak alami (breeding ground) baru di luar sebaran utama Kapuas Hulu dan Ketapang. Karakter pertahanan satwa dilindungi tersebut ditegaskan sebagai penutup imbauan perlindungan ekosistem sungai.

“Senyulong bukan menyerang, namun bertahan,” jelas Iwan.

Satwa berstatus Terancam Punah (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN dan Appendix I CITES ini dilindungi penuh berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 serta Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025.

(Tony)