Jum, 28/08/26 · 02.46.08
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sempat Mengungsi di Perahu, Korban Rumah Roboh di Bansir Laut Kini Dapat Hunian

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 28 Agustus 2026 · 08:252 menit baca
Sempat Mengungsi di Perahu, Korban Rumah Roboh di Bansir Laut Kini Dapat Hunian
Hasan Karmana korban rumah roboh di Bansir Laut yang sempat tinggal di motor air kini peroleh tempat tinggal sementara di Gang Kuantan Pontianak. (Dok. Prokopim Pontianak)

Hasan Karmana (60), warga Bansir Laut yang sempat terpaksa tinggal di dalam motor air akibat rumahnya ambruk ke Sungai Kapuas pada 11 Agustus 2026 lalu, akhirnya memperoleh tempat tinggal sementara di Gang Kuantan, Kamis, (27/8/2026).

Sebelum mendapat tumpangan hunian dari warga bernama Mustafa, pria yang berprofesi sebagai penyedia jasa sewa kapal pemancingan tersebut bertahan hidup di atas perahu motor miliknya. Aktivitas pekerjaan hariannya diuraikan oleh Hasan.

“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis, (27/8/2026).

Detik-detik saat bangunan tempat tinggalnya runtuh menimpa keluarganya dipaparkan oleh Hasan.

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat
Baca Juga

Sungai Kapuas Asin, Pemkot Pontianak Desak Perbaikan Waduk Penepat Dipercepat

“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.

Respons kedaruratan dari Pemerintah Kota Pontianak pascakejadian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, M Akif. Penyaluran logistik awal bagi keluarga korban dirinci dalam keterangannya.

“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Upaya relokasi menuju fasilitas rumah susun sewa (rusunawa) daerah diuraikan lebih lanjut dalam penjelasannya.

Sungai Kapuas Terdampak Intrusi Air Laut Pemkot Pontianak Kebut Perbaikan Waduk Penepat
Baca Juga

Sungai Kapuas Terdampak Intrusi Air Laut Pemkot Pontianak Kebut Perbaikan Waduk Penepat

“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” katanya.

Kepastian tempat tinggal pengganti akhirnya terwujud berkat bantuan kepedulian dari seorang warga sekitar. Penerimaan tempat tinggal baru tersebut diungkapkan oleh Akif.

“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.

Kesesuaian lokasi tempat tinggal baru dengan kelancaran mobilitas kerja korban dipaparkan dalam keterangannya.

“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.

Terkait kendala rekonstruksi fisik bangunan yang runtuh, status kepemilikan tanah warga yang telah meninggal dunia menjadi hambatan legalitas administrasi. Hambatan renovasi lahan diuraikan secara terbuka dalam penjelasannya.

Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan
Baca Juga

Atasi Karhutla di Kubu Raya, Polres Kerahkan 60 Personel Brimob ke Titik Rawan

“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.

Harapan terhadap kenyamanan tempat tinggal sementara keluarga korban ditegaskan sebagai penutup keterangannya.

“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya.

(Tony)