Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Muhammadiyah Kalbar Buka Delapan Rumah Oksigen dan Mobilisasi Relawan Karhutla Melalui OMOR

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 1 September 2026 · 12:541 menit baca
Muhammadiyah Kalbar Buka Delapan Rumah Oksigen dan Mobilisasi Relawan Karhutla Melalui OMOR
ITEKES Muhammadiyah Kalbar aktifkan fasilitas Rumah Oksigen di Sungai Raya Dalam Kubu Raya untuk berikan pertolongan pertama bagi korban kabut asap karhutla. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat bersama MDMC dan Lazismu memobilisasi relawan pemadaman api serta menyiapkan delapan titik Rumah Oksigen di sejumlah daerah terdampak kabut asap, Senin (31/8/2026). Penanggulangan bencana karhutla ini difokuskan di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sintang, dan Melawi melalui konsolidasi One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalbar, Hermayani Putera, menjelaskan bahwa selain pemadaman di lapangan, penyediaan ruang udara bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terpapar asap.

“Saat ini sudah ada 8 Rumah Oksigen yang sudah siap melayani dan sedang dalam proses,” kata Hermayani.

Delapan titik penanganan medis tersebut disiagakan di ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Polita, SMA Muhammadiyah 1, SD Muhammadiyah 2, SMK Muhammadiyah 1 Kubu Raya, RSPKU Jempa, serta Muhammadiyah Healthcare Center (MHCC) Desa Kapur.

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya
Baca Juga

Tembus Lahan Terisolasi, Pasukan Gabungan TNI Gelar Pemetaan Karhutla di Kubu Raya

Di samping penanganan medis, Hermayani menyoroti kendala teknis di lapangan yang dihadapi para relawan pemadam kebakaran.

“Yang utama itu memang lebih banyak di proses pemadaman. Kita masih perlu dukungan peralatan lapangan, karena selang harus tersambung, sumber air makin jauh, dan api makin menyebar. Kita butuh Alat Pelindung Diri (APD) relawan, oksigen portabel, serta mesin penyedot air,” ungkapnya.

Hermayani menekankan pentingnya evaluasi tata kelola lingkungan dan pemulihan ekosistem secara menyeluruh pascabencana. Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di ruang terbuka dan memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami masalah pernapasan.

“Kurangi aktivitas fisik untuk sementara waktu. Jika ada keluhan, segera merapat ke layanan kesehatan terdekat. Kita menyediakan 8 Rumah Oksigen sebagai upaya pertolongan pertama sebelum dilanjutkan rujukan ke layanan kesehatan lain,” pungkasnya.

(Hendrawan)