Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendesak PT Pertamina membenahi rantai distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi di Kota Pontianak. Gangguan pasokan energi dan kelangkaan elpiji 3 kilogram dinilai berpotensi memicu lonjakan inflasi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahasan usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester 2 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu, (22/7/2026).
Bahasan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat dan Kota Pontianak masih bergantung pada pasokan komoditas pokok dari luar daerah. Ketika arus pasokan terhambat, pedagang menghadapi margin keuntungan yang kian tergerus hingga berdampak langsung pada kenaikan harga di pasar.
“Ketika pasokan dari luar Kalimantan Barat mengalami hambatan, pedagang juga kesulitan karena margin keuntungan yang sangat tipis. Hal ini tentu berdampak pada stabilitas harga di masyarakat,” ujar Bahasan.

