Rab, 26/08/26 · 06.51.39
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kualitas Udara Pontianak Memburuk, Indeks Pencemaran Tembus Status Sangat Tidak Sehat

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 26 Agustus 2026 · 12:212 menit baca
Kualitas Udara Pontianak Memburuk, Indeks Pencemaran Tembus Status Sangat Tidak Sehat
Tampilan grafik ISPUnet kualitas udara Pontianak Tenggara mencapai status Sangat Tidak Sehat dengan ISPU 255. (Dok. iqair.com)

Indeks pencemaran udara di Kota Pontianak kembali memburuk hingga meroket menembus kategori ‘Sangat Tidak Sehat’ akibat dampak kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan pemutakhiran data real-time dari stasiun pemantau ISPUnet di Pontianak Tenggara pada pukul 10.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat melonjak ke angka 255.

Partikel debu halus mikroskopis atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) ditetapkan sebagai parameter paling kritis yang mencemari ruang napas publik.

Peningkatan drastis menjelang siang ini menjadi bukti empiris bahwa wilayah Pontianak masih terjebak dalam krisis ekologis yang parah di penghujung Agustus.

Atasi Kabut Asap, Perusahaan di Kalbar Wajib Sediakan Embung Air
Baca Juga

Atasi Kabut Asap, Perusahaan di Kalbar Wajib Sediakan Embung Air

Kondisi cuaca yang mulai terik menjelang siang dengan suhu menyentuh 31 derajat Celcius tidak mampu mengusir polusi dari area permukiman.

Tingginya persentase kelembapan di angka 71,45 persen berpadu dengan tekanan udara 1.014 mBar justru mengikat partikel mematikan ini tetap melayang di ketinggian napas manusia.

Krisis ini diperburuk oleh lonjakan partikulat PM10 yang menyentuh angka 188 atau berada pada status ‘Tidak Sehat’ di zona kuning. Sementara itu, parameter pencemar lain seperti Sulfur Dioksida (SO2) di angka 13, Karbon Monoksida (CO) di angka 24, Ozon (O3) di angka 7, dan Nitrogen Dioksida (NO2) di angka 9 masih berada di ambang bawah.

Merespons kepungan udara beracun di jam produktif ini, otoritas lingkungan mengeluarkan peringatan medis yang tegas melalui dasbor ISPUnet bagi seluruh lapisan masyarakat.

Karhutla Harus Dihentikan, Niken Tia Tantina Tegaskan Kearifan Lokal Jangan Dikorbankan
Baca Juga

Karhutla Harus Dihentikan, Niken Tia Tantina Tegaskan Kearifan Lokal Jangan Dikorbankan

“Tingkat kualitas udara yang dapat meningkatkan resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar,” demikian bunyi peringatan keras yang dirilis secara resmi melalui dasbor ISPUnet.

Fakta ini menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terkecoh oleh ilusi visual cuaca cerah. Langit pesisir khatulistiwa yang tampak terik menyembunyikan residu gas beracun karhutla.

Selama rantai api di wilayah Kalbar belum sepenuhnya dipadamkan, warga Pontianak secara mutlak dituntut untuk membatasi kegiatan fisik di luar ruangan dan wajib menggunakan masker respirator demi menekan risiko infeksi saluran pernapasan.

(Hendrawan)