Sel, 21/07/26 · 10.54.52
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Pemprov Kalsel Pacu Ekonomi Kerakyatan Lewat Digitalisasi UMKM dan Evaluasi Sentra IKM

Tony
Tony
Selasa, 21 Juli 2026 · 08:013 menit baca
Pemprov Kalsel Pacu Ekonomi Kerakyatan Lewat Digitalisasi UMKM dan Evaluasi Sentra IKM
Pemprov Kalsel mendorong penguatan ekonomi non-ekstraktif lewat transaksi digital QRIS pada UMKM kuliner dan evaluasi berbasis data sentra IKM. (Dok. Adpim Kalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memacu transformasi ekonomi daerah non-ekstraktif dengan memperkuat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner serta membenahi tata kelola sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Langkah integrasi tersebut ditandai dengan selesainya Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 di Banjarmasin serta pelaksanaan evaluasi Sentra IKM penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan.

Capaian Transaksi Digital dan Pemanfaatan QRIS
Festival Kuliner Banua 2026 yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Halaman Parkir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan total transaksi UMKM mencapai Rp200 juta melalui lebih dari 5.000 transaksi pembayaran nontunai (QRIS).

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Banjarbaru: Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya, 6 Penerbangan Tertunda
Baca Juga

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Banjarbaru: Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya, 6 Penerbangan Tertunda

Kegiatan yang diikuti 15 pelaku usaha kuliner hasil kurasi dari 131 kandidat ini berhasil menyedot hampir 2.000 pengunjung. Selain transaksi perdagangan, terhimpun dana wakaf digital senilai Rp27,4 juta yang dialokasikan untuk proyek sosial, mencakup dapur produksi daging pesantren, peternakan ayam masyarakat, dan dana abadi pendidikan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Aloysius Donanto H.W. menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal sekaligus membiasakan masyarakat dengan transaksi keuangan digital.

“Festival Kuliner Banua kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas Banua, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pasarnya,” kata Aloysius Donanto H.W.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-lembaga menjadi fondasi utama dalam menciptakan dampak ekonomi riil bagi masyarakat daerah.

Tujuh Jam Geledah Dinkes Banjar, Kejari Sita 48 Dokumen dan Bukti Elektronik
Baca Juga

Tujuh Jam Geledah Dinkes Banjar, Kejari Sita 48 Dokumen dan Bukti Elektronik

“Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” tuturnya.

Pemutakhiran Data IKM Melalui Platform Digital
Di sektor produksi, Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar evaluasi sentra IKM penerima DAK guna memperkuat akuntabilitas penggunaan sarana produksi serta memperbarui basis data melalui aplikasi IKMA.online.

Miftahul Chair dari Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan menyatakan pada Senin, (20/7/2026), bahwa pembenahan data faktual menjadi syarat utama untuk menyusun kebijakan pembinaan industri yang tepat sasaran.

“Pertumbuhan IKM di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren yang positif. Namun, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks, mulai dari tuntutan standarisasi produk, legalitas usaha, transformasi digital, hingga kemampuan menembus pasar nasional dan global. Karena itu, sentra IKM harus terus diperkuat agar mampu menjadi pusat pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, pembinaan mutu, akses pembiayaan, hingga pemasaran,” ujar Miftahul Chair.

Ia menekankan bahwa validitas data pada sistem digital nasional akan menentukan efektivitas penyaluran bantuan pemerintah ke sentra-sentra industri daerah.

“Data yang valid menjadi kunci keberhasilan pembinaan IKM. IKMA.online akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan sehingga setiap program yang dilaksanakan memiliki dampak nyata bagi pelaku industri,” jelasnya.

Putusan Sengketa Hak Waris Tanpa Sidang Pembuktian Dipertanyakan, PA Banjarmasin Buka Suara
Baca Juga

Putusan Sengketa Hak Waris Tanpa Sidang Pembuktian Dipertanyakan, PA Banjarmasin Buka Suara

Evaluasi DAK diprioritaskan untuk mengukur pemanfaatan hibah mesin produksi, revitalisasi bangunan, dan peralatan pengolahan. Ke depan, penguatan IKM Kalsel difokuskan pada lima pilar: integrasi basis data, kelembagaan profesional, peningkatan kompetensi SDM, hilirisasi teknologi, serta perluasan akses pasar nasional dan ekspor.

“Kami ingin memastikan setiap sentra IKM berkembang menjadi pusat industri yang produktif, modern, dan berdaya saing. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh kabupaten dan kota, kami optimistis IKM Kalimantan Selatan akan semakin maju dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Miftahul.

(Tony)