Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Habitat Terbakar, BKSDA Kalteng Evakuasi 17 Orangutan Terdampak Karhutla

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 22:391 menit baca
Habitat Terbakar, BKSDA Kalteng Evakuasi 17 Orangutan Terdampak Karhutla
BKSDA Kalteng evakuasi 17 orangutan terdampak karhutla di Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Murung Raya; satu individu jalani perawatan intensif di BOSF Nyaru Menteng. (Dok. Ist)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama mitra konservasi mengevakuasi puluhan satwa liar yang kehilangan ruang hidup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk 17 individu orangutan, Sabtu, (3/10/2026).

Penyelamatan satwa tersebut menyasar kantong-kantong habitat yang terkepung kobaran api di wilayah Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Murung Raya. Secara kumulatif, otoritas konservasi mencatat sedikitnya 25 hingga 26 individu dari beragam spesies satwa telah diselamatkan dari titik-titik rawan kebakaran.

Data penanganan fauna terdampak karhutla tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi M. Kadhafi. Kondisi penemuan primata terluka di lokasi kebakaran diuraikan dalam keterangannya.

“Salah satu orangutan yang terdampak karhutla adalah Novita, yang mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki saat proses evakuasi. Novita kini mendapatkan perawatan intensif dari dokter hewan dan paramedis di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Nyaru Menteng, dan kondisinya tidak dalam keadaan kritis,” ucap Andi M. Kadhafi.

Orang Utan Sindi yang Terjebak Karhutla di Kotawaringin Timur di Evakuasi ke Habitat Alami
Baca Juga

Orang Utan Sindi yang Terjebak Karhutla di Kotawaringin Timur di Evakuasi ke Habitat Alami

Survei dan kajian lapangan terus dilakukan BKSDA guna memetakan sebaran habitat satwa dilindungi lain yang terancam kepunahan, seperti beruang madu dan trenggiling, baik di dalam kawasan hutan negara maupun area penggunaan lain (APL).

Guna menekan ancaman kematian satwa, intensitas patroli gabungan ditingkatkan bersama jajaran pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan lembaga swadaya konservasi. Pengawasan terpadu tersebut difokuskan untuk memadamkan kobaran api sekaligus mempercepat respons pertolongan medis bagi satwa liar yang terjebak di area kebakaran.

Masyarakat diimbau menghentikan aktivitas pembakaran lahan serta proaktif melapor ke layanan pusat panggilan (call center) BKSDA Kalteng di nomor 0811-5218-500, kantor Dinas Kehutanan, KPH, atau balai taman nasional terdekat jika mendapati satwa masuk ke permukiman warga.

(Dayank Ana)