Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Perkuat SDM Perbatasan, Pemprov Kaltara Gandeng Australia Dorong Pendidikan Vokasi dan Bahasa Inggris

Roska Putra
Roska Putra
Selasa, 29 September 2026 · 14:181 menit baca
Perkuat SDM Perbatasan, Pemprov Kaltara Gandeng Australia Dorong Pendidikan Vokasi dan Bahasa Inggris
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menunjukkan berkas MoU kerja sama pendidikan bersama perwakilan Australia dan Briton English Education. (Dok. Diskominfo Kaltara)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara resmi memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi, Senin (28/9/2026).

Kesepakatan strategis tersebut melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Komisi Perdagangan dan Investasi Australia (Austrade), serta Briton English Education di bawah naungan PT Cahaya Rahmat Edukasi.

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menyatakan bahwa penguasaan bahasa asing dan keterampilan vokasi merupakan kompetensi vital bagi generasi muda Kaltara, terutama dalam menjawab tantangan persaingan global di wilayah perbatasan negara.

“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Kita ingin ada program yang nyata, terukur, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dunia pendidikan di Kaltara,” ujar Zainal.

Gubernur Zainal Temui Kedubes Australia, Bahas Kelanjutan Program Layanan Dasar
Baca Juga

Gubernur Zainal Temui Kedubes Australia, Bahas Kelanjutan Program Layanan Dasar

Dalam dokumen kerja sama tersebut, terdapat dua ruang lingkup utama yang disepakati. Pertama, fasilitasi penyelenggaraan Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) serta pengembangan sekolah unggulan.

Kedua, fasilitasi kerja sama sekolah berskala internasional melalui program sister school di wilayah Kaltara.

Adapun pelaksanaan Program SBI akan mencakup pemetaan kompetensi peserta didik, penerapan metodologi pengajaran guru berstandar Cambridge English, pengembangan pelatih (trainer development), hingga penjaminan mutu (quality assurance).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, memperluas wawasan, sekaligus membangun kepercayaan diri para siswa di Kalimantan Utara.

(Roska)