Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Indonesia Tutup 9 Taman Nasional Imbas Kebakaran Hutan, Fokuskan Pemadaman di 6 Provinsi

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 2 September 2026 · 17:593 menit baca
Indonesia Tutup 9 Taman Nasional Imbas Kebakaran Hutan, Fokuskan Pemadaman di 6 Provinsi
Indonesia tutup sementara 9 taman nasional akibat kebakaran hutan, fokuskan pemadaman di 6 provinsi. Kabut asap lintas batas selimuti Kalimantan hingga Malaysia. (Dok. Kementerian Kehutanan)

Pemerintah Indonesia menutup sementara sembilan taman nasional menyusul kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah kawasan konservasi serta risiko meluasnya titik api baru. Langkah ini diambil seiring upaya pemadaman yang tengah difokuskan di enam provinsi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pada Senin (31/8/2026) bahwa munculnya kebakaran di taman-taman nasional tersebut menambah beban penanganan yang tengah berlangsung di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sembilan taman nasional yang ditutup sementara bagi pendaki adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Taman Nasional Kerinci Seblat (Sumatra), Taman Nasional Gunung Ciremai (Jawa Barat), Taman Nasional Tambora (Nusa Tenggara Barat), Taman Nasional Manusela (Maluku), Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Barat dan Tengah), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatra bagian utara), serta sejumlah jalur di Taman Nasional Lorentz (Papua).

Sementara itu, pendakian terbatas hanya diperbolehkan di zona-zona aman yang telah ditentukan di Taman Nasional Gunung Rinjani (Lombok), Taman Nasional Gunung Merbabu (Jawa Tengah), Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (Jawa Timur), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Jawa Barat).

93 Perusahaan Terindikasi Karhutla Terafiliasi Grup Asal Singapura dan Malaysia
Baca Juga

93 Perusahaan Terindikasi Karhutla Terafiliasi Grup Asal Singapura dan Malaysia

Raja Juli menjelaskan bahwa langkah pencegahan ini diambil agar sumber daya pemadaman kebakaran dapat tetap difokuskan pada wilayah prioritas, menyusul kebakaran di beberapa taman nasional yang turut membutuhkan dukungan pemadaman tambahan.

Ia mengungkapkan sejumlah helikopter water bombing yang seharusnya diprioritaskan untuk enam provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan, pada akhirnya juga harus dikerahkan ke taman-taman nasional untuk membantu operasi pemadaman di sana, seperti dikutip dari kantor berita nasional Antara.

Sang menteri turut menyinggung insiden pekan lalu, saat sekitar 170 pendaki yang terjebak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat kebakaran hutan berhasil dievakuasi.

Sebelumnya pada Agustus, kebakaran di taman nasional yang sama berlangsung hampir sepekan dan menghanguskan sekitar 550 hektare lahan.

Karhutla dan Kemarau Tekan Daya Beli Masyarakat, Harga Sayur dan Cabai Meroket di Pasar Flamboyan
Baca Juga

Karhutla dan Kemarau Tekan Daya Beli Masyarakat, Harga Sayur dan Cabai Meroket di Pasar Flamboyan

Menteri Raja Juli tidak menyebutkan sampai kapan penutupan taman-taman nasional tersebut akan berlangsung.

Indonesia saat ini tengah menghadapi kebakaran di Kalimantan dan Sumatra, dengan sejumlah titik panas (hotspot) yang meluas dilaporkan oleh ASEAN Specialised Meteorological Centre pada Selasa (1/9/2026).

Pusat pemantauan tersebut mencatat kabut asap lintas batas dengan kepekatan sedang hingga tebal menyelimuti wilayah Kalimantan Utara, Barat, dan Tengah, Sabah, Sarawak, Brunei, serta sebagian Palawan dan Panay di Filipina.

Pada Selasa siang, Pontianak di Kalimantan Barat tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia, dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 851 berdasarkan data pemantauan platform asal Swiss, IQAir.

Palangka Raya di Kalimantan Tengah menyusul di posisi kedua dengan AQI 675. Sebagai perbandingan, AQI di atas 300 sudah dikategorikan berbahaya.

Kondisi serupa turut dirasakan Malaysia. Enam wilayah di Sarawak mencatat kualitas udara pada kategori “berbahaya” pada hari yang sama, dengan Distrik Serian mencatat Indeks Pencemar Udara (API) tertinggi sebesar 408, disusul Kuching dengan angka 407, menurut kantor berita Bernama. Level API di atas 300 juga dikategorikan berbahaya.

Karhutla Masih Marak di Kalteng, Dinkes Palangka Raya Siagakan 11 Puskesmas dan Pasokan Oksigen
Baca Juga

Karhutla Masih Marak di Kalteng, Dinkes Palangka Raya Siagakan 11 Puskesmas dan Pasokan Oksigen

Pekan lalu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa lebih dari 5 juta orang di Pulau Kalimantan dan Sumatra terpapar langsung risiko kabut asap pekat yang berasal dari puluhan titik kebakaran di berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Ia menyebut sekitar 13.500 orang telah menjalani perawatan akibat infeksi saluran pernapasan sepanjang Juli dan Agustus.

(Achmad)