Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Karhutla di Ketapang Meluas, BKSDA Kalbar dan YIARI Evakuasi Induk dan Anak Orangutan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 5 September 2026 · 09:482 menit baca
Karhutla di Ketapang Meluas, BKSDA Kalbar dan YIARI Evakuasi Induk dan Anak Orangutan
BKSDA Kalbar dan YIARI evakuasi induk dan anak orangutan yang terkepung karhutla di Sungai Awan Kiri Ketapang, 9 individu diselamatkan dalam sebulan. (Dok. YIARI)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi sepasang induk dan anak orangutan yang terkepung kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kamis, (3/9/2026).

Operasi darurat tersebut dilancarkan sekitar pukul 06.30 WIB setelah api karhutla terus mendekati kantong vegetasi kebun warga yang menjadi ruang bertahan hidup kedua primata tersebut sejak Juni 2026, memutus jalur migrasi alami serta mengancam keselamatan satwa dari paparan asap pekat.

Penyelamatan dilakukan dengan tindakan pembiusan terukur terhadap induk betina berusia sekitar 20 tahun sebelum akhirnya diturunkan memakai jaring pengaman bersama anaknya yang berumur di bawah satu tahun, lalu dibawa menuju Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI.

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan
Baca Juga

ISPU Tembus 308 Udara Pontianak Kategori Berbahaya Meski Semalam Diguyur Hujan

Kondisi medis awal serta kerentanan pernapasan satwa akibat residu polusi kebakaran dipaparkan oleh dokter hewan YIARI, Komara.

“Namun, paparan asap dalam jangka waktu tertentu tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sistem pernapasan orangutan, terutama ketika konsentrasi asap di habitat sangat tinggi. Kondisi kesehatan keduanya akan terus dipantau selama berada di pusat penyelamatan dan rehabilitasi,” jelas Komara, Kamis, (3/9/2026).

Eskalasi karhutla di Ketapang dinilai kian kritis setelah tercatat sembilan individu orangutan harus dievakuasi dari habitat yang terbakar hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Desakan atas ancaman hilangnya ruang jelajah dan sumber pakan alami satwa liar diutarakan oleh Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting.

Sempat Diguyur Hujan BMKG Mencatat Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Level Berbahaya
Baca Juga

Sempat Diguyur Hujan BMKG Mencatat Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Level Berbahaya

“Kondisinya sangat parah. Dalam waktu kurang dari satu bulan, sudah sembilan orangutan yang harus kami selamatkan akibat ancaman karhutla. Ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menghancurkan hutan, tetapi juga membuat satwa kehilangan tempat untuk berlindung dan mencari makan. Ketika habitatnya terbakar atau dikelilingi api, mereka tidak punya banyak pilihan untuk berpindah,” ujar Argitoe Ranting.

Pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan temuan satwa liar yang terjebak di sekitar permukiman maupun perkebunan ditegaskan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane.

“Penyelamatan satwa liar tidak bisa dilakukan sendiri. Laporan dan kepedulian masyarakat penting dalam menjaga upaya keselamatan satwa liar terdampak Karhutla. Kami juga menghimbau jika masyarakat menemukan satwa liar terdampak karhutla yang berada di sekitar pemukiman, kebun atau membutuhkan pertolongan, segera hubungi Balai KSDA Kalimantan Barat melalui call center 0811-5776-767 atau 0811-5670-041 agar dapat segera ditangani dengan aman dan tepat,” kata Murlan Dameria Pane.

Kedua orangutan tersebut kini menjalani observasi intensif di fasilitas rehabilitasi hingga kondisi kebakaran di habitat aslinya padam dan lokasi pelepasliaran baru dinyatakan aman.

(Dayank Ana)