Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

PANDI Siapkan AI SIRT Tangkal Penyalahgunaan Teknologi dan Rilis Analitik.id

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 11:182 menit baca
PANDI Siapkan AI SIRT Tangkal Penyalahgunaan Teknologi dan Rilis Analitik.id
PANDI siapkan unit AI SIRT bersama ID-CERT untuk tangani penyalahgunaan AI serta luncurkan Analitik.id guna memetakan reputasi dan keamanan domain. (Dok. Ist)

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyiapkan dua platform strategis baru, yakni AI Security Incident Response Team (AI SIRT) dan sistem analisis reputasi domain Analitik.id, guna memperkuat ketahanan ruang siber nasional, Sabtu, (3/10/2026).

Kedua inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rekomendasi Kelompok Kerja (Pokja) Indonesia Digital Registry Institute (IDRI) yang dipimpin oleh A. Sapto Anggoro.

Hasil kajian kelembagaan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua PANDI, Isnawan Aslam, di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).

Pembentukan unit AI SIRT diarahkan untuk merespons percepatan ancaman penyalahgunaan (abuse) kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama ID-CERT di bawah arahan Budi Rahardjo dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perluas Akses Pasar Daring, Diskominfo Pontianak Dorong UMKM Manfaatkan AI
Baca Juga

Perluas Akses Pasar Daring, Diskominfo Pontianak Dorong UMKM Manfaatkan AI

Layanan tersebut diposisikan sebagai pusat mitigasi terpadu yang memuat alur aduan, panduan teknis penanganan risiko, serta kanal pelaporan insiden AI terstruktur bagi masyarakat luas.

Fungsi perlindungan publik dari instrumen respons AI tersebut diuraikan oleh Ketua PANDI, Isnawan Aslam. Tujuan penyediaan posko penanganan insiden digital dipaparkan dalam keterangannya.

“Melalui AI SIRT, kami ingin memberikan ruang respons yang cepat, tepat, dan solutif bagi masyarakat ketika menghadapi berbagai potensi bahaya dan abuse teknologi AI,” ujar Isnawan, Jumat, (2/10/2026).

Secara bersamaan, PANDI meluncurkan platform Analitik.id untuk mengolah aset mahadata (big data) berupa riwayat pencatatan (log analysis) serta lalu lintas sistem penamaan domain (DNS) yang terhimpun di peladen registri.

Hadapi Disrupsi Teknologi dan Korupsi, Forum Generasi Bertutur Soroti Arah Bangsa
Baca Juga

Hadapi Disrupsi Teknologi dan Korupsi, Forum Generasi Bertutur Soroti Arah Bangsa

Fasilitas tersebut memungkinkan para pengelola dan pemilik domain berakhiran .id—seperti .co.id, .biz.id, hingga .ai.id—mengetahui profil kesehatan DNS, tingkat kerentanan keamanan, serta metrik reputasi domain mereka secara akurat.

Pemanfaatan data mentah registri menjadi wawasan analisis situs diuraikan dalam penjelasannya.

“Selama ini data log yang kami miliki belum terolah secara maksimal. Dengan Analitik.id, pemilik domain .id nantinya akan mendapatkan insight berharga mengenai reputasi, kelemahan, serta keunggulan web mereka,” kata Isnawan.

Jangkauan pengukuran Analitik.id ke depan diproyeksikan mencakup domain tingkat tinggi umum (gTLD) maupun domain kode negara (ccTLD) lain seperti .com dan .xyz melalui integrasi sistem Application Programming Interface (API) berdasarkan permintaan pemilik situs.

Penguatan dua program ini menandai ekspansi peran kelembagaan PANDI bersama IDRI sebagai pusat keunggulan riset digital guna mematangkan tata kelola data internet di Indonesia.

(Rudi)