Min, 30/08/26 · 16.52.01
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Puluhan Hektare Terbakar di Berbagai Daerah, BNPB Perketat Penanganan Karhutla

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 30 Agustus 2026 · 22:001 menit baca
Puluhan Hektare Terbakar di Berbagai Daerah, BNPB Perketat Penanganan Karhutla
BNPB laporkan penanganan karhutla di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kaltim, hingga Aceh, puluhan hektare lahan terbakar di tengah status siaga darurat kekeringan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat pemantauan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda puluhan hektare kawasan di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, hingga Aceh, Minggu, (30/8/2026).

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB, kebakaran di Kabupaten Halmahera Timur seluas tiga hektare, Kabupaten Sukoharjo seluas 22 hektare, Kabupaten Klaten seluas 9,28 hektare, Kabupaten Kutai Barat seluas 50 hektare, serta Kabupaten Bener Meriah seluas 20 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Sementara itu, pemadaman api seluas empat hektare di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, masih berlanjut akibat kendala keterbatasan sumber air, jarak lokasi sejauh empat kilometer dari permukiman, dan tiupan angin kencang.

Data Terkini BNPB: Karhutla Terjang Empat Wilayah, Bima Dilanda Kekeringan
Baca Juga

Data Terkini BNPB: Karhutla Terjang Empat Wilayah, Bima Dilanda Kekeringan

Langkah pencegahan kebakaran terbuka di tengah periode musim kemarau ditekankan oleh pihak BNPB dalam laporannya.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama selama periode kekeringan dan cuaca panas. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau BPBD setempat agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tulis keterangan resmi BNPB, Minggu, (30/8/2026).

Operasi pemadaman di berbagai wilayah tersebut dilakukan di bawah status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering yang telah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah guna mengantisipasi perluasan titik api baru.

(Rudi)