Merespons tingginya kadar garam pada distribusi air bersih, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak memprioritaskan suplai air untuk kebutuhan medis rumah sakit serta membagikan air tawar gratis bersyarat bagi warga, Kamis (27/8/2026).
Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengakui bahwa operasional penyaluran air tawar dari Waduk Penepat belum maksimal akibat adanya kebocoran di jaringan pipa sepanjang 30 kilometer menuju instalasi Imam Bonjol. Kendala teknis ini menyebabkan debit air tawar yang masuk menyusut drastis.
“Kemarin sempat beroperasi dua pompa dengan debit masuk sekitar 500 liter per detik. Namun karena ada titik bocor, debitnya berkurang menjadi sekitar 200 liter per detik dengan satu pompa. Distribusi air ke pelanggan tetap berjalan 24 jam, namun kami memohon maaf kualitasnya belum memenuhi standar dari sisi salinitas,” urai Abdullah.
Sebagai langkah mitigasi krisis, PDAM mengambil tindakan taktis dengan menyediakan titik pengambilan air tawar gratis berukuran kadar garam di bawah 300 miligram per liter bagi masyarakat, sekaligus mengamankan layanan vital di rumah sakit.
