Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Cegah Kebakaran Gambut, Pemprov Kalbar Terjunkan Satgas Edukasi Sespimti ke Titik Rawan

Memei
Memei
Senin, 14 September 2026 · 18:252 menit baca
Cegah Kebakaran Gambut, Pemprov Kalbar Terjunkan Satgas Edukasi Sespimti ke Titik Rawan
Pemprov Kalbar bersama Satgas Edukasi Sespimti Dikreg 36 perkuat pencegahan karhutla dan edukasi bahaya bakar lahan gambut di wilayah rawan kebakaran. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerima penugasan Satuan Tugas Edukasi Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-36 untuk memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah rentan, Senin, (14/9/2026).

Penerimaan rombongan peserta didik tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah terkait di Ruang Rapat Ruai Telabang, Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Penugasan dalam kerangka Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut difokuskan pada penguatan literasi masyarakat desa terkait larangan pembersihan areal tanam dengan cara membakar, bahaya kabut asap bagi kesehatan saluran pernapasan, serta tata kelola pelestarian ekosistem kubah gambut.

Urgensi pendekatan preventif ketimbang sekadar bertumpu pada respons pemadaman api diutarakan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Cegah Bara Api Menyala, Polres Kubu Raya Perketat Patroli Malam di Zona Rawan
Baca Juga

Cegah Bara Api Menyala, Polres Kubu Raya Perketat Patroli Malam di Zona Rawan

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi mengucapkan selamat datang di Bumi Khatulistiwa. Terima kasih karena Kalbar dipilih menjadi lokasi pengabdian. Kami sangat terbantu, karena penanganan karhutla tidak hanya soal pemadaman, tetapi yang paling penting adalah edukasi dan pencegahan di masyarakat,” ujar Ria Norsan, Senin, (14/9/2026).

Keterlibatan terpadu antara aparatur pemerintah, aparat keamanan, sektor swasta, dan kelompok relawan dinilai menjadi fondasi utama dalam memutus siklus karhutla tahunan. Pentingnya penanaman kesadaran kolektif sebelum munculnya kobaran api ditekankan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Pencegahan harus kita mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat. Jangan sampai kita hanya bergerak ketika api sudah muncul. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama,” tegasnya.

Kualitas Udara Memburuk, Gubernur Kalbar Didesak Minta Penetapan Bencana Nasional
Baca Juga

Kualitas Udara Memburuk, Gubernur Kalbar Didesak Minta Penetapan Bencana Nasional

Sementara itu, komposisi satuan tugas lapangan yang diterjunkan ke Kalimantan Barat dipaparkan oleh Ketua Rombongan Peserta Didik Sespimti Dikreg ke-36, Semmy Ronny Thabaa, yang membawa 12 peserta gabungan dari unsur perwira TNI dan korps Adhyaksa Kejaksaan. Sasaran penyusunan kerangka mitigasi jangka panjang berbasis temuan lapangan disampaikan dalam penjelasannya.

“Harapan kami nanti bisa ada kesiapan-kesiapan dan langkah-langkah strategis serta kebijakan strategis untuk mempersiapkan konsep-konsep upaya mitigasi dalam penanganan karhutla di tahun-tahun yang akan datang,” ungkap Ronny.

Sinergi lintas institusi ini ditargetkan mampu memetakan persoalan di tingkat tapak sekaligus melahirkan instrumen kebijakan komprehensif bagi perlindungan bentang alam Kalimantan Barat dari bencana asap.

Harapan atas dampak riil program edukasi lapangan bagi masyarakat dan kelestarian ekosistem lingkungan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat dan menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mencegah karhutla serta menjaga lingkungan,” pungkasnya.

(Memei)