Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Diguyur Hujan Buatan dari Operasi Modifikasi Cuaca, Kabut Asap di Kalbar Mulai Mereda

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 16 September 2026 · 01:261 menit baca
Diguyur Hujan Buatan dari Operasi Modifikasi Cuaca, Kabut Asap di Kalbar Mulai Mereda
Hujan lebat guyur wilayah Kalbar usai BPBD dan BNPB maksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) lewat tiga pesawat guna menekan kabut asap karhutla. (Dok. Ist)

Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir mengguyur sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat menyusul pengoptimalan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tengah krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, (15/9/2026).

Turunnya presipitasi air tersebut terjadi beriringan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai pertumbuhan massa awan konvektif potensial yang membentang di langit Kalimantan Barat.

Upaya penyemaian bahan semai melalui tiga armada pesawat terbang hasil kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diuraikan oleh Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalimantan Barat, Ridwan.

“Alhamdulillah hujan ini tentu dari yang Maha Kuasa, Allah SWT, tapi kita sudah ikhtiar dengan melakukan OMC setiap harinya. Semoga dengan hujan ini bisa mengurangi kabut asap,” ujar Ridwan, Selasa, (15/9/2026).

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana
Baca Juga

Hampir Dua Bulan Karhutla, DPRD Kalbar Gelar RDPU Tahap Pertama Evaluasi Penanganan Bencana

Penguatan operasi udara tersebut dilakukan sejak 4 September lalu dengan penambahan armada dari semula dua unit menjadi tiga unit pesawat atas instruksi Kepala BNPB. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi pertumbuhan awan penghujan diproyeksikan bertahan pada periode 15 hingga 24 September 2026, yang langsung dimanfaatkan untuk operasi rekayasa cuaca secara intensif.

Sasaran rute penyemaian garam pada 14 dan 15 September diarahkan ke wilayah rentan kebakaran, meliputi Kabupaten Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Landak, Bengkayang, hingga Sambas. Peningkatan frekuensi penerbangan modifikasi cuaca guna menekan sebaran kabut asap ditegaskan kembali sebagai penutup penjelasannya.

“Diharapkan dengan OMC tersebut peluang hujan akan semakin besar, sehingga karhutla dapat segera kita atasi,” harapnya.

(Hendrawan)