Sab, 25/07/26 · 05.52.02
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

DMI Kota Pontianak Dorong Optimalisasi Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 25 Juli 2026 · 10:102 menit baca
DMI Kota Pontianak Dorong Optimalisasi Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
DMI Kota Pontianak mendorong optimalisasi fungsi 347 masjid dan 600 musala sebagai pusat pembinaan serta penggerak ekonomi masyarakat. (Dok. Prokopim Pontianak)

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak mendorong penguatan fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan penggerak ekonomi masyarakat.

Ketua DMI Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai potensi besar yang dimiliki ratusan tempat ibadah di wilayahnya sejauh ini belum sepenuhnya tergarap secara optimal.

“Harapan kita, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan umat, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini memang masih belum optimal kita rasakan,” ujar Edi Rusdi Kamtono saat membuka Musyawarah Daerah DMI Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat, (24/7/2026).

Edi mencatat, Kota Pontianak saat ini memiliki 347 masjid dan hampir 600 musala. Jumlah tersebut berpotensi menjadi kekuatan besar dalam pemberdayaan ekonomi apabila dikoordinasikan secara produktif melalui kerja sama dengan lembaga keuangan syariah.

Karhutla Meluas di Limbung Kubu Raya, Tim Gabungan Diterjunkan Padamkan Api
Baca Juga

Karhutla Meluas di Limbung Kubu Raya, Tim Gabungan Diterjunkan Padamkan Api

“Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Selain sektor ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan masjid juga menjadi sorotan, meliputi peningkatan kapasitas imam, takmir, pengurus, hingga tata kelola kegiatan keagamaan.

Persoalan administrasi legalitas, seperti sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf, turut didorong untuk segera ditata guna mencegah sengketa hukum di kemudian hari.

Karhutla 29 Hektar Teror Pusat Orangutan YIARI Ketapang, Satgas Karhutla Lakukan Operasi Pemadaman Udara
Baca Juga

Karhutla 29 Hektar Teror Pusat Orangutan YIARI Ketapang, Satgas Karhutla Lakukan Operasi Pemadaman Udara

Terkait dukungan anggaran daerah, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah sebesar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan, rehabilitasi, serta pemenuhan fisik masjid. Selain masjid, alokasi bantuan fisik kini mulai diarahkan untuk pembenahan madrasah tradisional guna mendukung penguatan sumber daya manusia.

“Program ke depan yang bisa kita implementasikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada masyarakat, termasuk kualitas imam dan takmir. Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat, ” jelas Edi.

Melalui Musda DMI Kota Pontianak 2026, seluruh pengurus tingkat kecamatan diminta menginventarisasi persoalan lapangan untuk dirumuskan menjadi program kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi jamaah.

“Dalam musyawarah ini semua berkesempatan menyampaikan hal-hal untuk kemajuan ke depan, termasuk masalah yang dihadapi di masing-masing kecamatan dan masjid. DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah,” pungkas Edi.

(Hendrawan)