Rab, 26/08/26 · 08.40.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jaring Kreator Lokal, 16 Tim Bersaing Rancang Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 26 Agustus 2026 · 14:222 menit baca
Jaring Kreator Lokal, 16 Tim Bersaing Rancang Logo Hari Jadi ke-255 Pontianak
Sebanyak 16 tim desainer lokal ikuti workshop perancangan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak, Disporapar dorong karya representasikan karakter kota. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 16 tim kreatif lokal bersaing merancang identitas visual resmi Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak melalui lokakarya desain yang digelar di Hotel Star Pontianak, Rabu, (26/8/2026). Jumlah peserta tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari 29 pendaftar yang diwajibkan memiliki ketua tim beridentitas kependudukan (KTP) Kota Pontianak. Tujuan pelibatan talenta lokal dalam pembentukan citra visual kota diuraikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal.

“Tahun ini kita coba agar kegiatan ini benar-benar bisa di-branding oleh orang Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu, (26/8/2026).

Kebijakan pembatasan domisili diterapkan agar karya yang dihasilkan mampu merefleksikan kedekatan kultural, karakter sosiologis, serta semangat warga Kota Khatulistiwa secara otentik. Urgensi penyerapan representasi lokal dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Karena kalau kita buka di ruang publik yang luas, kita tidak bisa mengatur yang datang dari kabupaten lain atau provinsi lain. Maka tahun ini kita coba dorong agar ini menjadi kebanggaan orang Kota Pontianak,” katanya.

Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Masuk Agenda Tahunan Pontianak
Baca Juga

Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Masuk Agenda Tahunan Pontianak

Karya logo yang dirancang dinilai tidak sekadar elemen grafis, melainkan medium komunikasi visual penyimpan narasi sejarah dan kebudayaan daerah. Makna filosofis identitas visual ditekankan dalam penjelasannya.

“Logo bukan sekadar gambar atau simbol. Logo merupakan identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, nilai-nilai, serta semangat suatu daerah,” jelasnya.

Kekuatan logo dan slogan kota dianalogikan dengan kesuksesan tema Pontianak Bersahabat pada perayaan ke-254 tahun lalu yang melekat luas di ruang publik. Dampak jangka panjang identitas visual diuraikan dalam pemaparannya.

“Pontianak Bersahabat itu masih melekat. Bahkan bahasa tubuh bersalaman sampai menjadi hampir di setiap pertemuan,” ujarnya.

Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2026, Jibril dan Farras Bidik Promosi UMKM dan Corak Insang ke Generasi Muda
Baca Juga

Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2026, Jibril dan Farras Bidik Promosi UMKM dan Corak Insang ke Generasi Muda

Peserta dituntut mampu mengeksplorasi ciri khas kedaerahan lalu menyajikannya ke dalam visualisasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Arahan perancangan desain disampaikan kepada seluruh peserta.

“Gali potensi dan identitas kota, lalu terjemahkan dalam konsep desain yang komunikatif, efektif, dan sesuai dengan keadaan sekarang,” katanya.

Dari total 16 tim yang mendapat pendampingan mentor selama dua hari, kurasi juri akan mengerucutkan lima karya finalis terbaik sebelum menetapkan satu pemenang utama logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.

Pemberian ruang diskusi dan pembelajaran teknis diserukan agar memacu kualitas ekosistem ekonomi kreatif daerah. Pesan penguatan wawasan disampaikan dalam keterangannya.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada narasumber, berdisusi, bertukar gagasan, serta memperkaya wawasan mengenai proses kreatif dalam menghasilkan sebuah desain,” pesannya.

Model kurasi dan lokakarya terarah ini diproyeksikan menjadi rujukan seleksi identitas visual perayaan kota pada periode mendatang. Harapan atas lahirnya karya visual berbobot ditegaskan sebagai penutup pernyataannya.

Jelang HUT ke-81 RI, Cornelis Ajak Masyarakat Dayak di Kalbar Kibarkan Bendera Merah Putih
Baca Juga

Jelang HUT ke-81 RI, Cornelis Ajak Masyarakat Dayak di Kalbar Kibarkan Bendera Merah Putih

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya desain yang berdaya dan mampu merepresentasikan semangat Kota Pontianak,” pungkasnya.

(Hendrawan)