Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 25 September 2026 · 13:052 menit baca
Pasokan Terganggu Karhutla, Harga Cabai di Palangka Raya Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram
Harga cabai rawit di Palangka Raya tembus Rp150 ribu per kg imbas karhutla dan BBM; pasokan dari Jawa dan Kalsel tersendat gangguan transportasi darat. (Dok. Ist)

Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Besar Palangka Raya mengalami lonjakan tajam dengan kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas hortikultura jenis cabai rawit merah, Jumat, (25/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan berkala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp150.000 per kilogram atau naik sebesar Rp10.000 dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.

Pemicu utama terkereknya harga komoditas pedas tersebut dibeberkan oleh Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti.

Keterbatasan pasokan dari sentra produksi luar pulau akibat kendala distribusi dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipaparkan dalam keterangannya.

Tangani Karhutla, Kotawaringin Barat Dapat Tambahan Hibah Pusat Rp15 Miliar
Baca Juga

Tangani Karhutla, Kotawaringin Barat Dapat Tambahan Hibah Pusat Rp15 Miliar

“Berdasarkan informasi yang digali petugas dari para pedagang cabai di pasar, kenaikan harga cabai dikarenakan suplai dari produsen di Jawa terbatas. Selain itu, suplai dari daerah Kalsel juga terbatas, kalaupun ada jumlahnya sedikit. Diduga imbas karhutla dan BBM,” ujar Fajar Bhakti, Senin, (21/9/2026).

Selain cabai rawit merah, tren kenaikan harga tercatat pada komoditas sayur-mayur lainnya. Ketela pohon naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, kangkung naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, kacang tanah naik dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, serta jeruk lokal naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Lonjakan persentase tertinggi terjadi pada pasokan kacang panjang dan ketimun. Rincian kenaikan harga dua jenis sayuran segar tersebut diuraikan lebih lanjut.

“Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ketimun dan kacang panjang. Harga ketimun sedang melonjak dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, sementara kacang panjang naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram,” ujarnya.

Hotspot Nasional Turun 844 Titik, Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
Baca Juga

Hotspot Nasional Turun 844 Titik, Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Secara kalkulasi harian, harga kacang panjang melonjak hingga 67 persen, disusul ketimun yang merangkak naik sekitar 50 persen dari harga sebelumnya.

Kendati komoditas hortikultura bergerak naik, pasokan bahan pokok strategis lainnya terpantau relatif aman. Beras medium bertahan di harga Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp18.000, gula pasir Rp19.000, telur ayam ras Rp28.500, daging ayam ras Rp35.000, serta minyak goreng Rp16.000 per liter. Kestabilan harga komoditas bumbu dapur dan daging segar dirinci dalam penjelasannya.

“Harga bawang merah dan bawang putih juga masih berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram. Bawang bombay Rp 28.000, daging ayam kampung Rp 85.000, sedangkan daging sapi murni mencapai Rp 150.000 per kilogram,” ujarnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pengawasan jalur distribusi bahan pangan terus diintensifkan secara terpadu guna mencegah penimbunan dan spekulasi harga, terutama di tengah gangguan jarak pandang kabut asap karhutla yang masih menyelimuti jalur logistik Kalimantan Tengah.

(Tony)