Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sambangi LPM Warta IAIN Pontianak, PWI Kalbar Tekankan Independensi dan Kontrol Sosial Kampus

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 25 September 2026 · 18:272 menit baca
Sambangi LPM Warta IAIN Pontianak, PWI Kalbar Tekankan Independensi dan Kontrol Sosial Kampus
PWI Kalbar sambangi LPM Warta IAIN Pontianak; Ketua PWI Kundori tegaskan pentingnya independensi, fungsi kontrol sosial kampus, dan keberlanjutan kaderisasi. (Dok. PWI Kalbar)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat mendorong Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak memperkuat independensi jurnalistik serta peran kontrol sosial di lingkungan perguruan tinggi, Jumat, (25/9/2026).

Penegasan komitmen pembinaan tersebut disampaikan dalam kunjungan jajaran pengurus PWI Kalbar ke Sekretariat LPM Warta IAIN Pontianak guna meninjau kelangsungan aktivitas pers kampus. Apresiasi atas konsistensi penerbitan produk jurnalistik daring di tengah keterbatasan sarana cetak disampaikan oleh Ketua PWI Kalbar, Kundori.

“Alhamdulillah, Warta IAIN masih eksis dan terus menerbitkan pemberitaan melalui media online. Hanya untuk media cetak mungkin sudah terkendala kondisi keuangan dan anggaran,” kata Kundori, Jumat, (25/9/2026).

Pihak otoritas kampus diminta memberikan ruang kebebasan berkarya secara utuh tanpa melakukan intervensi terhadap kerja keredaksian mahasiswa. Pentingnya menjaga marwah jurnalisme kampus diuraikan dalam keterangannya.

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus
Baca Juga

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus

“Kami berharap teman-teman di Warta IAIN tetap mempertahankan jurnalismenya, kemudian menjadi kontrol sosial di lingkungan kampus,” ujarnya.

Dukungan finansial institusi pendidikan diharapkan tetap bergulir tanpa membatasi daya kritis karya jurnalistik yang dihasilkan. Prinsip kebebasan berekspresi di tingkat sivitas akademika ditekankan lebih lanjut.

“Dukung kemerdekaan pers mahasiswa. Sebagai mitra dan kontrol sosial di lingkungan kampus, pers mahasiswa perlu mendapat dukungan,” katanya.

Selain menjaga mutu liputan berita, artikel, maupun opini publik, regenerasi struktur organisasi diminta tidak terhenti akibat pergantian periode kepengurusan tahunan. Pentingnya keberlanjutan estafet kepemimpinan ditegaskan dalam pesannya.

Hadiri Wisuda XXIII, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Alih Status IAIN Pontianak Jadi UIN
Baca Juga

Hadiri Wisuda XXIII, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Alih Status IAIN Pontianak Jadi UIN

“Jangan mentang-mentang hanya setahun sudah habis jabatan lalu tidak ada kaderisasi. Terus pertahankan dan lakukan kaderisasi,” tuturnya.

PWI Kalbar turut membuka ruang kolaborasi pelatihan teknis jurnalistik, mulai dari dinamika kecerdasan buatan (AI) hingga perkembangan industri media. Mengenai Uji Kompetensi Wartawan (UKW), mahasiswa dipersilakan berpartisipasi apabila telah bekerja aktif di perusahaan pers yang berbadan hukum. Ketentuan keikutsertaan sertifikasi profesi tersebut dijelaskan dalam keterangannya.

“Kalau adik-adik mahasiswa sudah sambil kuliah bekerja di perusahaan pers, itu memungkinkan untuk menjadi peserta atau mengikuti uji kompetensi,” jelasnya.

Kunjungan organisasi profesi wartawan disambut secara positif oleh Ketua Umum LPM Warta IAIN Pontianak, Rolinny Ittiqaiyah. Rencana penguatan kapasitas anggota melalui kerja sama pelatihan dikemukakan dalam tanggapannya.

“Kami selaku tuan rumah merasa sangat diperhatikan oleh PWI. Dari LPM Warta sendiri sangat mengharapkan perhatian dan ke depan mungkin akan mengajukan kerja sama,” ujarnya.

Taufik Hidayat Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026–2029
Baca Juga

Taufik Hidayat Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026–2029

Peluang kemitraan berupa pengiriman narasumber dan pendelegasian kader reporter dipaparkan lebih lanjut.

“Kami berharap ke depan bisa sama-sama, baik dalam pelatihan jurnalistik yang diadakan LPM Warta maupun kegiatan PWI. Kami bisa meminta pemateri dari PWI dan mengirimkan calon-calon jurnalis untuk mengikuti pelatihan,” katanya.

Saat ini, organisasi yang diawaki 12 pengurus dan 11 anggota tersebut aktif memproduksi berita melalui portal web, siaran YouTube, siniar (podcast), serta video reportase. Saluran media sosial Instagram turut dioptimalkan untuk menyuarakan dinamika aspirasi kampus. Fungsi penyaluran kritik mahasiswa diterangkan sebagai penutup penjelasannya.

“Ketika ada kritikan atau pemikiran dari mahasiswa, kami salurkan melalui wadah LPM Warta untuk disebarkan kepada mahasiswa di lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan memantapkan posisi pers mahasiswa sebagai kawah candradimuka jurnalis profesional yang berpegang teguh pada kode etik dan fungsi kontrol publik.

(Tony)