Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hadiri Wisuda XXIII, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Alih Status IAIN Pontianak Jadi UIN

Memei
Memei
Kamis, 17 September 2026 · 15:032 menit baca
Hadiri Wisuda XXIII, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Alih Status IAIN Pontianak Jadi UIN
Hadiri wisuda ke-23, Gubernur Kalbar Ria Norsan dukung percepatan transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN guna cetak SDM unggul berakhlak mulia. (Dok. Adpim Kalbar)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan alih status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia daerah, Kamis, (17/9/2026).

Komitmen strategis tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) XXIII IAIN Pontianak di Hotel Novotel Pontianak bersama Rektor Wajidi Sayadi beserta jajaran senat akademik.

Pentingnya penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam mencetak sarjana berkarakter diuraikan oleh Ria Norsan di hadapan para lulusan dan wali wisudawan. Kepada ribuan wisudawan, nilai bakti dan kepatuhan kepada orang tua ditekankan sebagai fondasi moral utama sebelum melangkah ke dunia profesional.

“Apapun nanti, jadi apapun anak-anakku sekalian, jangan lupakan jasa orang tua kalian. Karena kalau tidak ada orang tua, kalian tidak akan melihat dunia ini. Insya Allah, kalau kalian patuh dengan orang tua, kalian akan selamat dunia dan akhirat,” ujar Ria Norsan, Kamis, (17/9/2026).

Masuk 50 Besar UI GreenMetric, Untan Genjot Program Kampus Berkelanjutan
Baca Juga

Masuk 50 Besar UI GreenMetric, Untan Genjot Program Kampus Berkelanjutan

Selain etika terhadap orang tua kandung, adab terhadap para tenaga pendidik dan dosen dinilai menjadi penentu keberkahan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Penghormatan terhadap peran pendidik dipaparkan lebih lanjut dalam amanatnya.

“Orang yang menghormati gurunya dan dosennya, insya Allah ilmu yang diterimanya akan menjadi berkah di dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini,” pesannya.

Intelektualitas yang dipadukan dengan kematangan spiritual diyakini mampu membentengi generasi muda dari degradasi moral di era disrupsi. Mengenai perubahan status institusi menuju UIN, peningkatan kapasitas akademik ditegaskan tidak boleh berhenti pada formalitas administrasi kampus semata. Harapan terhadap perubahan substansial kelembagaan diuraikan dalam pidatonya.

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus
Baca Juga

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus

“Saya berharap transformasi kelembagaan ini dinilai bukan sekadar perubahan status administratif belaka, melainkan sebuah lompatan besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang luas ilmunya, kuat nilainya, matang dalam berpikir, serta peduli terhadap masyarakat,” tambahnya.

Penguatan mutu perguruan tinggi dinilai selaras dengan tren kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang pada 2025 tercatat menembus angka 72,09 dari capaian 71,19 pada tahun sebelumnya. Kontribusi sektor pendidikan tinggi Islam dalam pembangunan daerah diterangkan dalam pemaparannya.

“Saya kira capaian positif ini harus terus didorong melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi, di mana perguruan tinggi Islam negeri memegang peranan krusial sebagai pilar pencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Para lulusan diinstruksikan terus memperluas keahlian vokasional secara berkelanjutan (lifelong learning) guna mengimbangi pesatnya transformasi teknologi serta kompetisi bursa kerja modern. Integrasi antara kapabilitas keilmuan dan keteguhan iman ditekankan kembali sebagai penutup sambutannya.

“Jadi anak-anakku sekalian, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Karena ilmu itu tidak ada habisnya. Yang paling penting, ilmu itu juga harus disertai dengan iman. Orang yang berilmu akan diberikan derajat oleh Allah SWT dibandingkan orang yang tidak berilmu,” pungkasnya.

(Memei)