Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Masuk 50 Besar UI GreenMetric, Untan Genjot Program Kampus Berkelanjutan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 16 September 2026 · 14:174 menit baca
Masuk 50 Besar UI GreenMetric, Untan Genjot Program Kampus Berkelanjutan
Pengembangan kebun komunitas yang ramah lingkungan dengan PLTS mini di FMIPA. (Dok. HO/TNP)

Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berhasil menembus posisi 50 besar nasional dalam pemeringkatan perguruan tinggi berkelanjutan versi UI GreenMetric 2026 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-64 pada 2025.

Peningkatan peringkat kampus hijau tersebut diraih berdasarkan penilaian atas 60 indikator dalam tujuh kriteria utama, yakni tata ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, air, transportasi, pendidikan, serta tata kelola dan digitalisasi.

Arboretum Sylva Untan sebagai bentuk konservasi flora dan fauna di Untan

Arti strategis pencapaian pemeringkatan lingkungan hidup tersebut dipaparkan oleh Ketua Tim Task Force UI GreenMetric Untan sekaligus Dosen Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Irwan Lovadi.

“Bagi Untan masuk 50 besar ini bukan sekedar prestasi institusi saja, tetapi juga menunjukkan bukti bahwa Untan mendukung keberlanjutan melalui operasional kampus, pendidikan yang berbasis keberlanjutan, dan dampak terhadap lingkungan. Dalam pemeringkatan ini, UI Greenmetric menilai berdasarkan 60 indikator dari 7 kriteria, yaitu pertama tata ruang dan infrastruktur, kedua energi dan perubahan iklim, ketiga limbah, ke empat air, ke lima transportasi, ke enam pendidikan, dan ke tujuh tata kelola dan digitalisasi. Tahun lalu 2025 Untan meraih peringkat 64 secara nasional, dan saat ini berada pada peringkat ke-50. Peningkatan ini tidak lepas dari program pendampingan dari Telkom University pada tahun 2025 yang lalu. Bagi saya selaku Ketua Tim UI Greenmetric, bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Masuk 50 besar nasional ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Untan, bukan cuma tim task force saja. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk tim task force, yang telah membagi sebagian waktunya dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi untuk mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan. Secara khusus, apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Rektor, Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Kepala Unit Penunjang Akademik yang telah memberikan dukungan kepada tim task force,” kata Irwan Lovadi, Selasa, (15/9/2026).

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus
Baca Juga

Sambangi Mimbar Untan, PWI Kalbar Dorong Penguatan Kaderisasi Wartawan dan Independensi Kampus

Fasilitas pendukung keamanan dan keselamatan kerja berupa fasilitas kesehatan Klinik Pratama

Berbagai pembenahan sistemik dilakukan pihak kampus guna mendongkrak peringkat, mulai dari penguatan basis data terpadu lintas unit, penambahan fasilitas ramah disabilitas dan ruang maternitas, penerapan elemen bangunan hijau (green building), kebun komunitas, kurikulum lingkungan, hingga sistem peniup peluit (whistleblowing system). Tantangan administratif berupa percepatan batas waktu pengisian instrumen penilaian diuraikan dalam penjelasannya.

“Tantangan yang dihadapi antara lain: pertama mengumpulkan data yang cukup besar dari berbagai sumber, yaitu lembaga, fakultas, dan unit penunjang akademik, kedua tahun ini ada perubahan waktu penyerahan kuesioner dari tahun sebelumnya. Tahun ini kuesioner harus diserahkan lebih awal, yaitu bulan Juli. Tahun 2025, tenggat waktu penyerahan kuesioner di bulan November 2025,” jelasnya.

Panel PLTS mini di kebun komunitas FMIPA Untan

Dari aspek sarana fisik, Untan menyodorkan penguatan pengawasan keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV), sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proteksi kawasan vegetasi Arboretum sebagai area konservasi flora dan fauna, serta ketersediaan rumah sakit dan klinik pratama kampus.

Penerapan prinsip ramah lingkungan juga disosialisasikan ke ranah bimbingan akademik guna menekan konsumsi kertas (paperless) melalui pemanfaatan platform digital dan sistem manajemen pembelajaran (learning management system/LMS). Metode bimbingan tugas akhir nir-kertas yang diterapkan para pengajar di lingkungan kampus diterangkan lebih lanjut dalam keterangannya.

Cegah Rambatan Lahan Gambut, Dua Perusahaan Bangun Sekat Bakar di Perbatasan Konsesi Ketapang
Baca Juga

Cegah Rambatan Lahan Gambut, Dua Perusahaan Bangun Sekat Bakar di Perbatasan Konsesi Ketapang

“Konsep keberlanjutan dapat diterapkan oleh semua sivitas akademika di Untan termasuk dosen dan mahasiswa. Saat ini sudah dosen-dosen sudah mulai menggunakan pertemuan virtual dalam proses bimbingan. Saya sendiri sudah melakukan hal tersebut semenjak pulang S3 dari Australia pada tahun 2019. Saya menggunakan Google Meet untuk proses bimbingan skripsi dan bimbingan akademik. Selain itu, beberapa dosen juga menggunakan metode paperless dalam koreksian skripsi. Mahasiswa biasanya mengirimkan dokumen melalui email atau metode lainnya yang memungkinkan. Dosen memeriksa skripsi melalui dokumen yang dikirimkan tersebut. Sistem LMS (Learning Management System) yang dimiliki Untan juga memungkinkan dosen untuk memeriksa tugas mahasiswa yang diserahkan ke sistem tersebut,” tutur Irwan Lovadi.

Sebagai langkah penguatan ke depan, pihak universitas telah menyusun agenda inisiatif lingkungan bertajuk EcoVibes untuk memperkokoh posisi pemeringkatan sekaligus membangun ekosistem kampus hijau yang aplikatif. Rancangan kegiatan pembinaan lingkungan hidup terpadu tersebut ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Untan akan melakukan sejumlah kegiatan untuk mendorong keberlanjutan di lingkungan kampus yang diharap melalui itu semua dapat meningkatkan peringkat UI Greenmetric. Selain beberapa kegiatan operasional rutin yang diarahkan untuk keberlanjutan, rencananya Untan akan menggelar program EcoVibes melalui tim UI Greenmetric. Kegiatan dari EcoVibes itu sendiri antara lain pelatihan first aid untuk mendukung pengembangan keamanan dan keselamatan di lingkungan kampus, konservasi ayam khas Kalimantan Barat, lomba karya tulis ilmiah, edukasi energi baru dan terbarukan dan bank sampah botol,” pungkasnya.

(Dayank Ana)