Bank Indonesia mendorong peningkatan mutu dan perluasan pasar produk wastra khas Ibu Kota Nusantara (IKN) agar mampu menembus rantai pasok industri tekstil nasional hingga panggung global, Selasa, (15/9/2026).
Program pembinaan tersebut direalisasikan lewat lokakarya teknik membatik selama tiga hari di Multifunction Hall Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, yang melibatkan praktisi industri kreatif serta diikuti perajin lokal binaan Otorita IKN. Urgensi penyesuaian mutu produk kerajinan dengan selera konsumen diuraikan oleh Kepala Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia IKN, Sunarso, di sela-sela kegiatan pelatihan.
“Untuk bisa masuk ke pasar, kita harus perbaiki kualitasnya. Kita harus tahu apa itu selera pasar,” katanya, Selasa, (15/9/2026).
Penguatan sektor hulu difokuskan pada penguasaan teknik membatik yang presisi, sedangkan sektor hilir diarahkan pada integrasi kanal niaga elektronik (e-commerce) dan media sosial guna menembus pasar luar daerah. Potensi jangkauan pemasaran produk kerajinan lokal diterangkan lebih lanjut dalam keterangannya.

