Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Budaya

Bidik Pasar Global, Bank Indonesia Perkuat Daya Saing Perajin Batik IKN

Memei
Memei
Rabu, 16 September 2026 · 08:521 menit baca
Bidik Pasar Global, Bank Indonesia Perkuat Daya Saing Perajin Batik IKN
Bank Indonesia gelar pelatihan teknik membatik di KIPP IKN, perkuat kualitas produksi dan pemasaran digital perajin lokal menuju pasar global. (Dok. Ist)

Bank Indonesia mendorong peningkatan mutu dan perluasan pasar produk wastra khas Ibu Kota Nusantara (IKN) agar mampu menembus rantai pasok industri tekstil nasional hingga panggung global, Selasa, (15/9/2026).

Program pembinaan tersebut direalisasikan lewat lokakarya teknik membatik selama tiga hari di Multifunction Hall Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, yang melibatkan praktisi industri kreatif serta diikuti perajin lokal binaan Otorita IKN. Urgensi penyesuaian mutu produk kerajinan dengan selera konsumen diuraikan oleh Kepala Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia IKN, Sunarso, di sela-sela kegiatan pelatihan.

“Untuk bisa masuk ke pasar, kita harus perbaiki kualitasnya. Kita harus tahu apa itu selera pasar,” katanya, Selasa, (15/9/2026).

Penguatan sektor hulu difokuskan pada penguasaan teknik membatik yang presisi, sedangkan sektor hilir diarahkan pada integrasi kanal niaga elektronik (e-commerce) dan media sosial guna menembus pasar luar daerah. Potensi jangkauan pemasaran produk kerajinan lokal diterangkan lebih lanjut dalam keterangannya.

Progres Fisik Capai 85 Persen, Rusun MBR di IKN Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Baca Juga

Progres Fisik Capai 85 Persen, Rusun MBR di IKN Ditargetkan Rampung Oktober 2026

“Untuk memperluas pasarnya tidak hanya dalam konteks bicara lokal, tapi juga bicara ke pasar yang lebih luas. Syukur-syukur nanti bisa skala internasional,” ujarnya.

Selain strategi pemasaran digital, promosi tatap muka diagendakan secara berkala melalui peragaan busana (fashion show) pada berbagai agenda kenegaraan serta pertunjukan seni resmi di wilayah IKN. Keyakinan terhadap daya saing karya wastra perajin lokal ditekankan dalam pemaparannya.

“Bagaimana kita bisa tunjukkan bahwa ternyata IKN itu punya produk batik yang tidak kalah bagusnya dengan produk batik yang ada di luaran sana,” ucapnya.

Langkah pendampingan perajin ini diselaraskan dengan tren permintaan pasar tanpa mengorbankan nilai orisinalitas kearifan lokal Nusantara, sekaligus mencakup pelatihan literasi pembukuan dan manajemen keuangan UMKM mandiri.

(Memei)