Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antisipasi Intrusi Air Laut, Pemkot Pontianak Kaji Sungai Landak Kawasan Biong Jadi Sumber Air Baku

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 23 September 2026 · 13:052 menit baca
Antisipasi Intrusi Air Laut, Pemkot Pontianak Kaji Sungai Landak Kawasan Biong Jadi Sumber Air Baku
Antisipasi intrusi air laut di Sungai Kapuas, Pemkot Pontianak kaji kawasan Biong di Sungai Landak sebagai sumber air baku alternatif dengan kadar garam rendah. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mengkaji pemanfaatan kawasan Biong di aliran Sungai Landak, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air baku alternatif guna memperkuat ketahanan pasokan air bersih dari ancaman kemarau panjang dan intrusi air laut, Rabu, (23/9/2026).

Langkah peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama tim laboratorium Perumda Tirta Khatulistiwa untuk mengambil sampel uji kualitas air di lokasi yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Waduk Penepat tersebut pada Selasa (22/9/2026) sore. Potensi kelayakan lokasi perairan yang jauh dari jangkauan pasang surut air asin dipaparkan oleh Edi Rusdi Kamtono di sela peninjauan.

“Ini salah satu alternatif yang kita lihat karena semakin jauh dari pengaruh pasang air laut, kualitas air diharapkan semakin tawar,” ujarnya, Selasa, (22/9/2026).

Imbas Pengolahan Air Ponton di IPA Parit Mayor, Distribusi Air di Pontianak Timur Terganggu
Baca Juga

Imbas Pengolahan Air Ponton di IPA Parit Mayor, Distribusi Air di Pontianak Timur Terganggu

Hasil pengujian parameter awal menunjukkan tingkat salinitas air yang relatif rendah dengan kandungan kadar garam tercatat berada pada angka 11 miligram per liter. Kendati indikator kimiawi awal dinilai positif, kajian kelayakan teknis secara menyeluruh tetap dipersyaratkan sebelum kawasan tersebut diputuskan sebagai penopang instalasi air minum daerah. Perhitungan aspek teknis jaringan transmisi air baku ditegaskan dalam penjelasannya.

“Bukan hanya soal airnya tawar atau tidak. Kita harus hitung aksesnya, jaraknya ke instalasi pengolahan, sampai bagaimana nanti jaringan pipanya,” jelasnya.

Selain morfologi kedalaman dan lebar sungai, skema integrasi perpipaan dinilai menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kajian operasional di lapangan. Pilihan penyambungan jaringan pipa transmisi diuraikan dalam pemaparannya.

Atasi Krisis Kemarau, Diskominfo Pontianak Salurkan 2.000 Liter Air Bersih ke Gajah Mada
Baca Juga

Atasi Krisis Kemarau, Diskominfo Pontianak Salurkan 2.000 Liter Air Bersih ke Gajah Mada

“Untuk Biong, salah satu kemungkinan yang perlu kita kaji adalah menyambungkan pipa dari arah Waduk Penepat,” ujarnya.

Ketergantungan pasokan pada satu titik pengambilan air baku selama ini dinilai rentan terhadap risiko kekeringan dan perembesan air payau dari muara Sungai Kapuas saat musim kemarau. Diversifikasi sumber pasokan air bersih ditekankan oleh pemerintah daerah sebagai strategi pengamanan jangka panjang.

“Kita tidak ingin hanya mengandalkan satu sumber. Semua alternatif akan kita uji dan hitung secara teknis,” katanya.

Upaya mitigasi krisis air baku tersebut diposisikan sebagai langkah terencana pemerintah kota dalam menjamin ketersediaan air minum masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan strategis penjajakan kawasan perairan baru disampaikan sebagai penutup keterangannya.

“Ikhtiar ini kita lakukan supaya kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga, hari ini maupun ke depan,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Pontianak memastikan hasil pengujian laboratorium dan kajian teknis hidrologi di kawasan Biong akan menjadi landasan penentuan opsi penyediaan jaringan air perpipaan ke depannya.

(Hendrawan)