Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 16 September 2026 · 15:532 menit baca
Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla
Kesultanan Kadriah dan Aliansi Melayu buka posko darurat di Jalan Gajah Mada Pontianak, bagikan air bersih gratis dan masker atasi krisis kabut asap karhutla. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu bersama Kesultanan Kadriah Pontianak mendirikan posko tanggap darurat di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, guna menanggulangi krisis air bersih dan dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Kalimantan Barat.

Aksi kemanusiaan yang diinisiasi atas arahan Sultan Pontianak, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, tersebut mengonsolidasikan lintas organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan pemuda lokal untuk merespons kelangkaan pasokan air baku yang kian melumpuhkan aktivitas harian warga.

Ketua Bala’ Komando Melayu, Yayan, mengungkapkan bahwa pembentukan posko ini didasari oleh situasi darurat di lapangan, di mana sejumlah sumber mata air warga dilaporkan mulai mengering secara signifikan.

Hujan Dua Jam Belum Tuntaskan Karhutla, Polisi Suntikkan Cairan X-Fire ke Gambut Arang Limbung
Baca Juga

Hujan Dua Jam Belum Tuntaskan Karhutla, Polisi Suntikkan Cairan X-Fire ke Gambut Arang Limbung

“Sejak adanya kebakaran hutan, kabut asap di mana-mana, kelangkaan air bersih sudah mulai merajalela. Akhirnya kami berinisiatif, dapat arahan juga dari Kesultanan Pontianak, Sultan Melvin, kita rapatkan barisan beberapa ormas, komunitas, pemuda-pemudanya bahu membahu bikin posko air bersih,” ujar Yayan saat bersama Edward Sitorus, Selasa (15/9/2026).

Guna memastikan pemerataan bantuan di tengah keterbatasan pasokan air gunung yang telah difilterisasi, pihak pengelola menetapkan rasio pembagian satu galon air per rumah tangga setiap harinya. Selain pasokan air galon layak konsumsi, posko mengoperasikan empat unit armada pemadam yang dimodifikasi khusus untuk menyalurkan bantuan air mineral kemasan dan masker secara jemput bola.

“Kita jemput bola melalui posko pengaduan. Begitu ada data masuk dari pondok pesantren nonkomersial atau panti asuhan, tim langsung bergerak mengantar. Pokoknya tiap ada pengaduan kita anggap itu urgen karena memang air bersih lumayan susah,” kata Yayan.

Ia menekankan seluruh bantuan disalurkan tanpa pungutan biaya apa pun sebagai bentuk kepedulian murni terhadap sesama.

Diguyur Hujan Buatan dari Operasi Modifikasi Cuaca, Kabut Asap di Kalbar Mulai Mereda
Baca Juga

Diguyur Hujan Buatan dari Operasi Modifikasi Cuaca, Kabut Asap di Kalbar Mulai Mereda

“Gratis, bayar dengan doa saja. Kita melayani masyarakat dengan hati dan tidak mengharapkan apa-apa,” tegasnya.

Menanggapi fenomena karhutla dan bencana kemarau berulang yang terus menyelimuti wilayah Kalimantan Barat setiap tahunnya, Yayan menyoroti pentingnya perubahan paradigma publik dan pemerintah dari sikap saling melempar tuduhan menuju aksi nyata pencegahan.

“Terkait pembakaran lahan atau hutan kita tidak tahu apakah disengaja atau tidak, hanya Tuhan yang tahu apakah alam. Kita sedih tiap tahun menghadapi asap dan kemarau. Mudah-mudahan pemerintah dan masyarakat kedepannya bisa bahu membahu, bukan lagi saling menyalahkan, tapi ayo kita berbenah,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pihak-pihak tertentu, melainkan segera mengambil peran aktif dalam menjaga ketahanan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Tidak perlu merasa paling benar atau paling salah, kita tutup buku dan berbenah. Masyarakat bantu masyarakat, jangan menunggu orang yang terlalu mampu. Apa yang kita punya, berikan buat tetangga dan saudara kita,” pungkas Yayan.

(Hendrawan)