Min, 16/08/26 · 19.06.31
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Cegah Asap Dekat Bandara Supadio, Polisi Basahi Satu Hektare Lahan Gambut Kubu Raya

Hendrawan
Hendrawan
Minggu, 16 Agustus 2026 · 15:391 menit baca
Cegah Asap Dekat Bandara Supadio, Polisi Basahi Satu Hektare Lahan Gambut Kubu Raya
Polisi membasahi satu hektare lahan gambut bekas kebakaran di Desa Limbung Kubu Raya guna mengamankan aktivitas sekolah dan penerbangan Bandara Supadio. (Dok. Polres Kubu Raya)

Aparat kepolisian membasahi kembali (cooling down) satu hektare lahan gambut bekas terbakar di dekat kawasan SMA Negeri 4, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu, (16/8/2026). Langkah pembasahan intensif dilakukan guna memadamkan sisa bara di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kabut asap pekat ke fasilitas pendidikan hingga mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio.

Operasi pemadaman dipimpin oleh Komandan Pleton I KRYD, Supariyanto, dengan membentangkan sembilan rol selang dan menyiagakan mesin pompa air untuk menyisir ceruk gambut kering di tengah keterbatasan pasokan air di lokasi.

Tindakan pendinginan lahan gambut tersebut difokuskan untuk menekan pembentukan partikel debu halus (PM 2.5) penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), melindungi kelancaran belajar-mengajar di sekolah, menjaga jarak pandang (visibility) rute penerbangan bandara, serta memastikan aktivitas logistik masyarakat tidak lumpuh.

Urgensi pemadaman total terhadap bara di lapisan tanah bawah dipaparkan oleh Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade, mewakili Kapolres Kubu Raya, Rensa S. Aktadivia.

Aliansi Darurat Asap Kritisi Krisis Karhutla Menahun yang Mencekik Kalbar
Baca Juga

Aliansi Darurat Asap Kritisi Krisis Karhutla Menahun yang Mencekik Kalbar

“Api di permukaan memang telah padam, tetapi pendinginan harus terus dilakukannya untuk mematikan bara bawah tanah. Jika dipbiarkan, asapnya mengancam kesehatan warga, mengganggu anak-anak sekolah, hingga merusak penerbangan dan ekonomi daerah,” tegas Ade.

Menghadapi potensi cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu ke depan, jajaran kepolisian mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sembari mengintensifkan patroli desa oleh petugas Bhabinkamtibmas.

(Hendrawan)