Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Olah Limbah Kayu di Penyangga IKN, Dosen Politani Samarinda Latih Warga Bikin Briket Arang

Memei
Memei
Rabu, 30 September 2026 · 19:242 menit baca
Olah Limbah Kayu di Penyangga IKN, Dosen Politani Samarinda Latih Warga Bikin Briket Arang
Dosen Rekayasa Kayu Politani Samarinda latih warga Desa Suko Mulyo Sepaku olah limbah kayu jadi briket arang sebagai sumber energi terbarukan di kawasan IKN. (Dok. Ist)

Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Rekayasa Kayu Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) melatih warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mengolah limbah perkayuan menjadi briket arang.

Pelatihan pemanfaatan limbah biomassa di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut difokuskan untuk menekan praktik pembakaran sisa kayu secara terbuka sekaligus menciptakan sumber energi terbarukan bernilai ekonomis bagi masyarakat lokal.

Peluang pemanfaatan sisa bahan baku pertanian dan pemotongan kayu dipaparkan oleh perwakilan tim pelaksana pengabdian masyarakat Politani Samarinda, Nadia Fatimah Azzahrah.

Kualitas Udara di Kaltim dan Penyangga IKN Memburuk, Siswa Sepaku Diliburkan Imbas Asap Karhutla
Baca Juga

Kualitas Udara di Kaltim dan Penyangga IKN Memburuk, Siswa Sepaku Diliburkan Imbas Asap Karhutla

Masalah penumpukan material sisa yang belum terkelola optimal diuraikan dalam keterangannya.

“Desa Suko Mulyo memiliki potensi limbah biomassa yang melimpah dari ranting, potongan kayu, hingga serbuk gergaji yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Sebagian material ini masih sering ditumpuk atau dibakar begitu saja, padahal jika diolah dengan benar dapat menjadi briket arang yang memiliki nilai guna energi sekaligus nilai tambah ekonomi bagi warga,” ujar Nadia Fatimah Azzahrah.

Pelatihan teknis yang melibatkan perangkat desa, warga, serta perwakilan staf Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tersebut mengenalkan teknologi pirolisis dan pencetakan briket yang dirancang sederhana agar mudah diadopsi secara mandiri. Pentingnya penguasaan alur kerja dan kendali mutu produk ditekankan oleh dosen Rekayasa Kayu Politani Samarinda, Teguh Rizali Zahroni.

Faktor keseragaman bentuk dan daya tahan briket dibeberkan dalam penjelasannya.

Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong
Baca Juga

Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong

“Warga kami latih mulai dari operasional alat karbonisasi, alat pencetak, hingga penggunaan kompor khusus briket. Pendampingan ini menekankan urutan kerja, aspek keselamatan, serta kontrol mutu sederhana agar briket yang dihasilkan cukup padat, seragam, dan memiliki daya bakar yang tahan lama saat digunakan,” kata Teguh Rizali Zahroni.

Keterlibatan mahasiswa dalam agenda lapangan tersebut difungsikan sebagai sarana pembelajaran praktis untuk membantu warga menyiapkan bahan baku, mendampingi proses pembakaran arang, dan merinci tahapan mekanis pencetakan. Arah pengembangan rintisan usaha produktif berbasis desa disoroti oleh anggota tim pelaksana lainnya, Syafi’i.

Tahapan hilirisasi produk dan penguatan kelembagaan warga dirumuskan dalam keterangannya.

“Pengolahan limbah ini membuka peluang ekonomi baru jika dikelola secara konsisten. Namun, warga masih membutuhkan tahapan lanjutan seperti standarisasi produksi, uji kualitas briket, pengemasan, hingga pembentukan kelompok pengelola agar produk ini siap dipasarkan secara komersial di kawasan penyangga IKN,” pungkas Syafi’i.

Pemerintah Desa Suko Mulyo memfasilitasi ketersediaan lokasi serta mobilisasi peserta guna memastikan transfer teknologi terapan ini dapat berkelanjutan menjadi unit usaha ekonomi sirkular desa.

(Memei)