Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Budaya

Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Rabu, 30 September 2026 · 18:532 menit baca
Luruskan Wacana IKN, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri luruskan wacana Erau di IKN; pastikan Erau Adat Kutai tidak dipindah dan tetap digelar rutin di Tenggarong tiap September. (Dok. Ist)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluruskan simpang siur informasi mengenai wacana penyelenggaraan pesta kebudayaan Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu, (30/9/2026).

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa rencana perhelatan di ibu kota baru tersebut bukanlah pemindahan ataupun penggantian festival Erau Adat Kutai yang selama ini berpusat di Kota Tenggarong.

Klarifikasi mengenai esensi persebaran tradisi kebudayaan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura diuraikan saat ditemui di Gedung DPRD Kukar. Status historis pelaksanaan agenda tahunan tersebut dipaparkan dalam keterangannya.

“Itu artinya, bukan memindahkan Erau yang ada di Tenggarong hari ini ke IKN. Nah, ini yang harus dipahami oleh seluruh pihak,” ujar Aulia Rahman Basri, Senin, (28/9/2026).

Bidik Pasar Global, Bank Indonesia Perkuat Daya Saing Perajin Batik IKN
Baca Juga

Bidik Pasar Global, Bank Indonesia Perkuat Daya Saing Perajin Batik IKN

Penegasan tersebut merespons pernyataan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang sempat mengemukakan ketertarikan menggelar festival budaya serupa di kawasan IKN saat menghadiri prosesi sakral Belimbur di depan Museum Mulawarman Tenggarong pada Minggu (27/9/2026).

Rencana pelaksanaan tradisi di IKN atas usulan pihak kesultanan diuraikan dalam pernyataan sebelumnya.

“Sultan minta begitu. Jadi, mungkin tahun-tahun depan di IKN akan ada lah semacam melaksanakan Erau,” kata Basuki Hadimuljono saat itu.

Dari Daun ke Kain: Otorita IKN dan Bank Indonesia Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Warga Delineasi IKN
Baca Juga

Dari Daun ke Kain: Otorita IKN dan Bank Indonesia Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Warga Delineasi IKN

Secara filosofis, kata Erau berakar dari kata eroh yang bermakna riuh, ramai, atau suasana perayaan pesta rakyat yang fleksibel dirayakan di berbagai wilayah berakar sejarah Kutai. Persebaran agenda tradisi di wilayah lain dicontohkan dalam keterangannya.

“Erau hari ini dilaksanakan di beberapa titik. Tanggal 12 nanti kita melaksanakan Erau di Kutai Timur, terus ada juga pelaksanaan Erau di beberapa titik,” jelasnya.

Kendati perayaan bernuansa tradisi serupa dapat digelar di berbagai tempat, prosesi sakral Erau Adat Kutai dipastikan tetap menjadi agenda mutlak Kabupaten Kukar yang dihelat rutin tiap 20 hingga 27 September.

Kepastian lokasi ritual adat ditegaskan secara lugas dalam pemaparannya.

“Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami. Erau Adat Kutai ada di Tenggarong,” bebernya.

Olah Limbah Kayu di Penyangga IKN, Dosen Politani Samarinda Latih Warga Bikin Briket Arang
Baca Juga

Olah Limbah Kayu di Penyangga IKN, Dosen Politani Samarinda Latih Warga Bikin Briket Arang

Penyelenggaraan perayaan budaya di daerah luar Kukar dinilai sebagai wujud penghormatan terhadap akar sejarah sekaligus sarana pelestarian nilai luhur Kesultanan Kutai. Penghayatan nilai filosofis perayaan kebudayaan dirumuskan dalam penjelasannya.

“Erau-Erau yang lain bisa dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, sebagai bentuk kita ingin mengambil hikmah daripada Erau itu sendiri,” tegasnya.

Penegasan status agenda kebudayaan daerah ini dirangkum guna membantah narasi keliru yang beredar di tengah masyarakat luas. Pencegahan disinformasi publik ditekankan sebagai penutup pernyataannya.

“Ini kita luruskan sehingga tidak terjadi distorsi informasi, seolah-olah tahun depan Erau itu dilaksanakan di IKN, di Tenggarong tidak dilaksanakan Erau,” pungkasnya.

(Tony)