Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi ancaman banjir pesisir (rob) yang mengintai wilayah pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda daratan Kalimantan, Rabu, (30/9/2026).
Peringatan dini tersebut dikeluarkan menyusul dinamika pasang air laut maksimum serta potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan nasional.
Kondisi hembusan angin kencang yang memicu kenaikan gelombang laut dipaparkan oleh Prakirawan BMKG, Medayu Bestari. Kecepatan angin di perairan terbuka diuraikan dalam penjelasannya.
“Angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot, memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat,” kata Medayu Bestari, Selasa, (29/9/2026).
Selain pesisir Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, fenomena pasang air laut atau banjir rob diprakirakan melanda delapan provinsi lainnya, yakni Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.
Di sektor maritim lainnya, BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Andaman dekat pesisir Myanmar yang memicu pembentukan awan hujan lebat di perairan utara Aceh, serta potensi awan cumulonimbus di sekitar Sumatra bagian barat, Samudra Hindia barat, dan Papua tengah yang patut diwaspadai armada penerbangan.
Sementara untuk wilayah daratan Kalimantan, kondisi cuaca kering masih memicu kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Banjarmasin, Palangka Raya, serta Samarinda, kendati potensi hujan lebat lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik.
Atas ancaman banjir rob di kawasan pesisir Kalsel dan Kaltara tersebut, masyarakat pesisir dan operator transportasi laut diimbau untuk memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal aplikasi InfoBMKG sebelum melaut atau beraktivitas di dekat garis pantai.
(Dayank Ana)