Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Rampungkan Misi Udara Karhutla di Kalimantan, Jepang Tarik Tiga Helikopter Chinook

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 30 September 2026 · 19:121 menit baca
Rampungkan Misi Udara Karhutla di Kalimantan, Jepang Tarik Tiga Helikopter Chinook
Jepang resmi akhiri misi karhutla di Kalimantan; Menhan Shinjiro Koizumi tarik tiga helikopter Chinook SDF usai jatuhkan 220 ton air di Kalbar. (Dok. HO/TNP)

Pemerintah Jepang resmi mengakhiri operasi bantuan kemanusiaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan setelah bertugas selama lebih dari dua pekan, Rabu, (30/9/2026). Penarikan personel serta armada udara militer Jepang (Self-Defense Forces/SDF) tersebut diputuskan langsung oleh Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, pada Selasa (29/9/2026).

Pemberhentian misi pengeboman air (water bombing) itu ditetapkan usai operasi darurat dinilai berhasil menekan laju kebakaran gambut di Kalimantan. Efektivitas misi penerbangan pengebom air dipaparkan oleh Shinjiro Koizumi dalam keterangan resminya.

Capaian pemadaman api dari udara dibeberkan dalam keterangannya.

“Bantuan militer Jepang telah membantu untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Selama beroperasi, tiga unit helikopter Chinook telah melakukan 40 kali operasi udara dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air,” ujar Shinjiro Koizumi, Selasa, (29/9/2026).

Lahan Terbakar Capai 527 Hektare, BNPB Intensifkan Operasi Darat dan Udara di Enam Provinsi
Baca Juga

Lahan Terbakar Capai 527 Hektare, BNPB Intensifkan Operasi Darat dan Udara di Enam Provinsi

Kemampuan penanganan mandiri oleh otoritas kebencanaan nasional turut diapresiasi.

Optimisme atas kendali operasi oleh pihak Indonesia ditekankan dalam penjelasannya.

“Pihak Indonesia akan mampu melakukan pengendalian dan penanganannya,” katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan apresiasi atas kontribusi armada militer Jepang yang tergabung dalam satuan tugas udara penanggulangan karhutla sejak 16 September 2026 lalu.

Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kalbar, Anugerahi Personel Militer Jepang Satyalancana
Baca Juga

Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kalbar, Anugerahi Personel Militer Jepang Satyalancana

Selama operasi berlangsung, tiga unit helikopter angkut kelas berat CH-47 Chinook difokuskan mengguyur titik api lahan gambut di sejumlah daerah rawan Kalimantan Barat, termasuk Pontianak dan Ketapang.

Pengiriman armada ini mencatatkan sejarah baru bagi Jepang, yakni pertama kalinya militer SDF diterjunkan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan pada misi luar negeri.

Kapal pengangkut helikopter dan logistik militer tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kure di Prefektur Hiroshima pada 30 Agustus 2026, sebelum akhirnya bersandar di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026.

Misi gabungan ini menjadi implementasi nyata kerja sama Kementerian Pertahanan kedua negara dalam memperluas cakupan diplomasi pertahanan, latihan militer bersama, serta penanggulangan bencana kemanusiaan.

(Rudi)