Pemerintah Jepang resmi mengakhiri operasi bantuan kemanusiaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan setelah bertugas selama lebih dari dua pekan, Rabu, (30/9/2026). Penarikan personel serta armada udara militer Jepang (Self-Defense Forces/SDF) tersebut diputuskan langsung oleh Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, pada Selasa (29/9/2026).
Pemberhentian misi pengeboman air (water bombing) itu ditetapkan usai operasi darurat dinilai berhasil menekan laju kebakaran gambut di Kalimantan. Efektivitas misi penerbangan pengebom air dipaparkan oleh Shinjiro Koizumi dalam keterangan resminya.
Capaian pemadaman api dari udara dibeberkan dalam keterangannya.
“Bantuan militer Jepang telah membantu untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Selama beroperasi, tiga unit helikopter Chinook telah melakukan 40 kali operasi udara dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air,” ujar Shinjiro Koizumi, Selasa, (29/9/2026).


