Tekanan ekonomi keluarga, maraknya kasus perjudian, hingga kerentanan terhadap tindak kekerasan berbasis gender direspons lewat pelatihan literasi keuangan bagi 300 perempuan di Desa Paloan, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa, (18/8/2026).
Program kolaborasi antara Yayasan Karya Dua Anyam, Pemerintah Kabupaten Landak, KKM Kelompok 22 Universitas Tanjungpura (Untan), dan Pemuda Katolik ini menyasar perempuan rentan di daerah yang mencatatkan angka kemiskinan sebesar 8,98 persen atau sekitar 35,38 ribu jiwa, serta kasus kekerasan rumah tangga yang ditangani Dinsos P3A dan Unit PPA Polres Landak. Berbagai tantangan sosial yang dihadapi para ibu di tingkat akar rumput dibeberkan oleh Ketua Kelompok KKM 22 Untan, Arzetika Amanda Putri.
“Melalui pelatihan dan pendampingan Literasi Keuangan yang telah kami lakukan, yaitu sebanyak 300-an peserta, diharapkan dapat memerdekakan para perempuan di Desa Paloan dari berbagai permasalah tersebut,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SHE CAN, kerja sama DBS Foundation dan The Asia Foundation bersama Yayasan Karya Dua Anyam yang menargetkan inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan rentan di Kalimantan Barat. Target perluasan jangkauan program dan penumbuhan budaya menabung keluarga diuraikan oleh perwakilan Yayasan Karya Dua Anyam, Iqbal Alma.
“Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk mulai membiasakan diri mengelola keuangan keluarga, agar setiap keluarga memiliki tabungan untuk masa depan yang lebih cerah,” katanya.

Hingga Juli 2026, capaian penerima manfaat di Kabupaten Landak telah mencapai sekitar 1.600 orang dari total target 3.000 perempuan rentan sepanjang tahun berjalan. Urgensi penataan kas rumah tangga serta pencegahan jeratan penipuan finansial ditekankan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Landak, John Hetli.
“Selain pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia menjadi prioritas utama Pemerintah daerah Kab Landak. Melalui pelatihan literasi keuangan berupa manajemen dan perencanaan keuangan keluarga, Ia berhadap, para perempuan dapat memanajemen ulang keuagan dan membuat perencanaan keuangan keluarga mereka masing-masing. Selian itu, ia mengingatkan agar masyarakat Landak tidak mudah tertipu investasi bodong, seperti Wpone,” ujarnya.
Apresiasi terhadap pelatihan perencanaan anggaran ini turut disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Landak, Margareta, yang menilai pembekalan keterampilan finansial sangat berdampak bagi kemandirian warga di wilayah pemilihannya.
Setelah menyelesaikan tahap dasar pembukuan dan rencana kas rumah tangga, peserta terpilih nantinya akan diikutsertakan dalam pelatihan lanjutan kewirausahaan serta pendampingan usaha mikro berbasis komunitas secara berkelanjutan.
(Memei)