Sen, 24/08/26 · 03.45.42
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

ISPU Capai Angka 193, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Wajib Pakai Masker

Memei
Memei
Senin, 24 Agustus 2026 · 09:452 menit baca
ISPU Capai Angka 193, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Wajib Pakai Masker
ISPU Kota Pontianak capai 193 kategori tidak sehat akibat asap karhutla, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono minta warga pakai masker dan siagakan Posko Segar PMI. (Dok. Prokopim Pontianak)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Pontianak menyentuh angka 193 dengan kategori tidak sehat akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin, (24/8/2026).

Berdasarkan data 24 jam terakhir dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara AQMS Pontianak Tenggara per pukul 07.00 WIB, parameter kritis tercatat pada partikel debu halus PM2,5 dengan temperatur udara berada di angka 25,7 derajat Celsius. Pengurangan aktivitas luar ruang serta proteksi fisik diserukan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Saya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Senin, (24/8/2026).

Potensi gangguan pernapasan akibat paparan partikel PM2,5 ditekankan agar tidak disepelekan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, wanita hamil, dan warga berpembawaan asma atau ISPA. Kewajiban proteksi dini sebelum timbulnya gejala sakit diuraikan dalam keterangannya.

Udara Memburuk Akibat Karhutla, Sekolah di Kota Pontianak Dialihkan Daring
Baca Juga

Udara Memburuk Akibat Karhutla, Sekolah di Kota Pontianak Dialihkan Daring

“Masker ini penting untuk melindungi diri dari paparan asap. Jadi tidak menunggu sakit baru memakai masker,” katanya.

Masyarakat turut diminta menjaga hidrasi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air mineral serta memeriksakan diri bila merasakan keluhan iritasi mata, batuk, dan sesak dada.

Meskipun pencatatan satelit BMKG Kalimantan Barat menunjukkan nol titik panas (hotspot) di Kota Pontianak dari total 956 titik panas di Kalbar pada Minggu (23/8/2026), aliran angin tetap mengalirkan kabut asap pekat ke wilayah kota. Dampak asap kiriman lintas daerah tersebut dijelaskan lebih lanjut.

“Walaupun titik panas di Pontianak tidak ada, asap dari daerah lain tetap berdampak kepada warga kita. Karena itu, kewaspadaan tetap harus kita tingkatkan,” ujar Edi.

Kebakaran Lahan Sawit PT Saraswati Agro Estate di Landak Hanguskan 30 Hektare
Baca Juga

Kebakaran Lahan Sawit PT Saraswati Agro Estate di Landak Hanguskan 30 Hektare

Fasilitas medis darurat di seluruh puskesmas, rumah sakit daerah, dan Posko Segar di markas PMI Kota Pontianak disiagakan dengan pasokan oksigen cuma-cuma bagi warga yang membutuhkan penanganan klinis. Akses pelayanan darurat bagi masyarakat diumumkan dalam arahannya.

“Silakan datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau oksigen,” ungkapnya.

Perlindungan anggota keluarga dan pembatasan mobilitas anak-anak di luar rumah ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Yang paling penting, jaga kesehatan keluarga. Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan, dan segera periksa apabila ada keluhan,” pungkasnya.

(Memei)