Sen, 24/08/26 · 02.58.39
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemkot Pontianak Beri Apresiasi Anggota Paskibraka Pembawa Baki di Istana

Memei
Memei
Senin, 24 Agustus 2026 · 08:392 menit baca
Pemkot Pontianak Beri Apresiasi Anggota Paskibraka Pembawa Baki di Istana
Pemkot Pontianak beri apresiasi Paskibraka 2026, termasuk Celine Olivia siswi SMK 5 yang bertugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka di Istana Merdeka. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak bersama sejumlah mitra menyalurkan penghargaan kepada seluruh anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak Tahun 2026 di Gedung UMKM Center Kota Pontianak, Minggu, (23/8/2026).

Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan penugasan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk penghargaan khusus kepada siswi SMK 5 Pontianak, Celine Olivia Apriani Theo, yang dipercaya menjadi pembawa baki Bendera Pusaka di Istana Merdeka Jakarta.

Rasa bangga atas capaian delegasi pelajar Kalimantan Barat di tingkat nasional disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Saya mengucapkan apresiasi, terima kasih, dan tentu berbahagia atas prestasi adik-adik yang telah menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, terutama Celine yang membawa harum nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat di event nasional,” ujarnya, Minggu, (23/8/2026).

Wali Kota Kukuhkan Paskibraka Pontianak 2026 untuk Upacara di Stadion PSP
Baca Juga

Wali Kota Kukuhkan Paskibraka Pontianak 2026 untuk Upacara di Stadion PSP

Keberhasilan menembus seleksi ketat dinilai sebagai bukti nyata daya saing mental dan fisik pemuda daerah. Dorongan semangat untuk terus berprestasi ditekankan lebih lanjut dalam arahannya.

“Kita ingin memberikan semangat bagi generasi muda, bahwa kita bisa berprestasi di tingkat nasional,” ucapnya.

Nilai kedisiplinan dan rasa cinta tanah air diharapkan tetap terpatri dalam kehidupan para peserta pascapenugasan. Pesan moral kepemimpinan ditegaskan sebagai penutup amanatnya.

“Tugas pengibaran bendera mungkin telah selesai, tetapi tugas untuk menjaga kehormatan bangsa dan menjadi teladan generasi muda baru saja dimulai,” jelasnya.

Cegah Kecelakaan Berulang, Dishub Pontianak Perketat Jam Operasional Truk Kontainer
Baca Juga

Cegah Kecelakaan Berulang, Dishub Pontianak Perketat Jam Operasional Truk Kontainer

Pengalaman berinteraksi bersama perwakilan pelajar dari seluruh Indonesia diakui menjadi momentum berharga selama masa karantina. Pelajaran keberagaman dan persatuan diutarakan oleh anggota Paskibraka Nasional, Celine Olivia Apriani Theo.

“Saya sangat senang dan bangga karena bisa bertemu dengan teman-teman dari 38 provinsi yang ada di Indonesia,” ujar Celine Olivia Apriani Theo.

Motivasi agar generasi muda tidak berkecil hati dalam mengejar cita-cita disuarakan dalam pesannya.

“Pesan saya untuk teman-teman semuanya, tetap semangat dan jangan pernah takut untuk bermimpi. Jangan pernah ragu sama kemampuan diri kita sendiri. Teruslah berproses, karena proses itulah yang akan mengantarkan kita ke kesuksesan,” ucapnya.

Di sisi lain, dinamika fisik dan mental selama proses pemusatan latihan di daerah turut diungkapkan oleh anggota Paskibraka Kota Pontianak asal SMA Negeri 4, Adrian Dimas Christoper Situmorang. Tantangan rasa lelah selama masa karantina dipaparkan secara terbuka.

“Kami merasa letih, lelah, dan rindu sama orang tua. Jujur kami juga merasa ingin cepat-cepat pulang,” ujarnya.

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Hidupkan Pelajaran Sejarah Bangsa
Baca Juga

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Hidupkan Pelajaran Sejarah Bangsa

Dorongan pelatih diakui menjadi penguat mental bagi seluruh anggota untuk bertahan hingga hari penugasan. Motivasi pelatih yang membalikkan rasa putus asa diuraikan kembali.

“Saya tahu bahwa Pak Fajar (pelatih) selalu mengingatkan, orang-orang yang terpilih sebagai Paskibraka Kota Pontianak merupakan orang-orang terbaik dari banyak sekolah,” katanya.

Perubahan sikap mental dari keletihan menjadi tekad membara diakui terbangun seiring berjalannya latihan disiplin. Transformasi semangat pantang menyerah tersebut digambarkan dalam keterangannya.

“Perasaan letih, lelah, dan ingin cepat-cepat pulang mulai menghilang. Malahan berganti menjadi semangat yang menggebu-gebu,” tuturnya.

Ujian faktor cuaca sempat membayangi formasi pasukan saat hujan mengguyur jelang upacara penurunan bendera di tingkat kota. Kelegaan atas tuntasnya tugas kenegaraan di bawah cuaca yang membaik diungkapkan sebagai penutup ceritanya.

“Ketika penurunan, mental kami sempat terguncang karena cuacanya kurang baik. Waktu itu hujan. Puji Tuhan, ketika penurunan tiba-tiba hujan berhenti dan kondisi cuaca membaik,” katanya.

(Memei)