ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat resmi mengaktifkan fasilitas Rumah Oksigen mandiri di Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Ceria V, Kabupaten Kubu Raya, Senin (31/8/2026), untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah penanganan darurat kesehatan ini dijalankan di bawah skema gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Fasilitas penanganan medis darurat ini beroperasi rutin sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, serta menyediakan sistem siaga panggil (on call) pada malam hari untuk mengantisipasi kondisi mendesak warga.
Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Lidia Hastuti, menyatakan operasional fasilitas tersebut difokuskan pada tindakan pertolongan awal serta pemantauan kondisi pasien sebelum tindakan rujukan medis dilakukan.
“Sebenarnya untuk rumah oksigen di kita itu dulu juga sudah pernah ada. Memang rumah oksigen kita itu bukan pengatasan secara keseluruhan, artinya pada pertolongan pertama itu bisa, sambil kita mendeteksi apakah nanti pasien atau masyarakat yang mengalami masalah kesehatan itu harus dirujuk atau tidak,” ujar Lidia.


