Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

ITEKES Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen Mandiri Bagi Warga Terdampak Karhutla

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 1 September 2026 · 12:472 menit baca
ITEKES Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen Mandiri Bagi Warga Terdampak Karhutla
ITEKES Muhammadiyah Kalbar aktifkan fasilitas Rumah Oksigen di Sungai Raya Dalam Kubu Raya untuk berikan pertolongan pertama bagi korban kabut asap karhutla. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat resmi mengaktifkan fasilitas Rumah Oksigen mandiri di Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Ceria V, Kabupaten Kubu Raya, Senin (31/8/2026), untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah penanganan darurat kesehatan ini dijalankan di bawah skema gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Fasilitas penanganan medis darurat ini beroperasi rutin sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, serta menyediakan sistem siaga panggil (on call) pada malam hari untuk mengantisipasi kondisi mendesak warga.

Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Lidia Hastuti, menyatakan operasional fasilitas tersebut difokuskan pada tindakan pertolongan awal serta pemantauan kondisi pasien sebelum tindakan rujukan medis dilakukan.

“Sebenarnya untuk rumah oksigen di kita itu dulu juga sudah pernah ada. Memang rumah oksigen kita itu bukan pengatasan secara keseluruhan, artinya pada pertolongan pertama itu bisa, sambil kita mendeteksi apakah nanti pasien atau masyarakat yang mengalami masalah kesehatan itu harus dirujuk atau tidak,” ujar Lidia.

Muhammadiyah Kalbar Buka Delapan Rumah Oksigen dan Mobilisasi Relawan Karhutla Melalui OMOR
Baca Juga

Muhammadiyah Kalbar Buka Delapan Rumah Oksigen dan Mobilisasi Relawan Karhutla Melalui OMOR

Lidia menegaskan bahwa seluruh operasional teknis ditangani oleh tenaga kesehatan berlatar belakang Magister Keperawatan serta dokter penanggung jawab dari Muhammadiyah Healthcare Center (MHCC). Sementara itu, mahasiswa dilibatkan dalam tindakan pencegahan berupa pembagian masker dan edukasi kesehatan. Penyediaan fasilitas ini diselenggarakan secara mandiri melalui dukungan Lazismu serta donasi relawan tanpa pendanaan pemerintah.

Inisiatif pengadaan di ITEKES ini merupakan bagian dari konsolidasi taktis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar yang lebih masif. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Kalbar, Hermayani Putera, mengungkapkan bahwa pihaknya total menyiagakan delapan titik Rumah Oksigen di berbagai daerah terdampak, termasuk Pontianak, Kubu Raya, Sintang, dan Melawi.

“Saat ini sudah ada delapan Rumah Oksigen yang siap melayani dan dalam proses,” jelas Hermayani, seraya menambahkan bahwa mobilisasi relawan turut dikomandoi secara terpusat oleh MDMC dan Lazismu.

Harisson Pensiun, Gubernur Ria Norsan Tunjuk Siapa Jadi Plh Sekda Kalbar?
Baca Juga

Harisson Pensiun, Gubernur Ria Norsan Tunjuk Siapa Jadi Plh Sekda Kalbar?

Ketua BPH ITEKES Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua PWM Kalbar, Nilwani Hamid, menambahkan pihak institusi memberikan dukungan kebijakan penuh untuk mengerahkan seluruh potensi kampus.

“Muhammadiyah sejak dulu seperti itu. Apapun yang menjadi persoalan masyarakat, itu juga menjadi persoalan Muhammadiyah. Walau fokus nasional ada di timur karena status bencana nasional, kita di Kalbar tetap menggalang dukungan dari internal maupun luar daerah untuk penanggulangan kabut asap ini,” tegas Nilwani.

Selain berfokus pada penyediaan fasilitas medis, tim OMOR juga tengah berjibaku memadamkan titik karhutla secara langsung. Terkait operasi lapangan tersebut, Hermayani menyoroti keterbatasan peralatan yang kini menjadi kendala krusial bagi para relawan.

“Kita masih perlu dukungan peralatan lapangan karena sumber air makin jauh dan api menyebar. Kita butuh APD, oksigen portabel, dan mesin penyedot air,” ungkapnya. Guna menekan risiko lonjakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), ia juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas fisik di ruang terbuka dan segera mendatangi layanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan.

(Hendrawan)