Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kepala BNPB: 38.310 Hektare Lahan Kalbar Terbakar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 5 September 2026 · 09:382 menit baca
Kepala BNPB: 38.310 Hektare Lahan Kalbar Terbakar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri) dan Gubernur Kalimantan Barat (kanan) di Posko Satgas Udara Lanud Supadio. (Dok. BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026).

Rapat yang turut dihadiri Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut membahas langkah percepatan pemadaman serta pengendalian dampak karhutla di wilayah itu.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto memaparkan kondisi terkini karhutla di Kalimantan Barat.

“Untuk total luas lahan yang terbakar adalah 38.310 hektar,” ujarnya.

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN
Baca Juga

Kerahkan Helikopter Karakal, Operasi Pengeboman Air Sasar Lima Titik Rawan Karhutla IKN

Ia menjelaskan, tidak semua titik panas (hotspot) yang terdeteksi menunjukkan adanya lahan terbakar atau sumber panas lainnya, sehingga diperlukan pemantauan langsung ke lokasi baik melalui udara maupun darat untuk memverifikasinya.

“Kemarin ada titik hot spot 166, setelah dicek dengan patroli secara visual nyata di lapangan, dari 166 hanya 61 fire spot,” imbuhnya.

Dari 61 titik api (fire spot) yang terverifikasi tersebut, estimasi lahan yang terbakar mencapai sekitar 802 hektare. Pemadaman kemudian dilakukan melalui operasi darat yang berhasil memadamkan 429 hektare, sementara operasi udara berhasil memadamkan 3 hektare.

Sejumlah personel gabungan terus berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Kota Singkawang.
Sejumlah personel gabungan terus berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat pada Jumat (4/9). (Dok. BNPB)

Suharyanto menyebut operasi udara pada hari sebelumnya tidak berjalan maksimal lantaran jarak pandang (visibility) kurang dari 1 kilometer.

Jarak Pandang Kembali Aman, Operasional Penerbangan di Bandara Supadio Normal
Baca Juga

Jarak Pandang Kembali Aman, Operasional Penerbangan di Bandara Supadio Normal

Kepala BNPB menyatakan, satuan tugas (satgas) yang diterjunkan untuk memadamkan api di Kalimantan Barat terdiri dari gabungan seluruh unsur terkait. Untuk melengkapi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista), BNPB memastikan akan terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan tim di darat maupun udara.

Proses pemadaman menggunakan Helikopter Water Bombing yang dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Proses pemadaman menggunakan Helikopter Water Bombing yang dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Jumat (4/9). (Dok. BNPB)

“Untuk heli dari satgas udara patroli 2, operasi modifikasi cuaca 2, water bombing ada 9 dan tidak lama lagi ada bantuan dari Pasukan Bela Diri Jepang ada 3 Chinook hari Rabu akan datang,” tuturnya.

Pemerintah juga akan menggencarkan pemadaman melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), menyambut adanya informasi potensi pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan.

“Kita masih berjuang memadamkan api. Ada informasi dari BMKG tanggal 5 sampai 9 ada bibit pertumbuhan awan hujan. Akan di OMC agar hujan turun cukup deras, seperti hari ini di Kota Pontianak turun hujan,” pungkas Suharyanto.

(Rudi)

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membasahi ekosistem gambut di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Jumat, 4 September 2026.