Sel, 18/08/26 · 04.01.56
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Masuk Klasifikasi Baik, Pemkot Pontianak Raih Penghargaan Penanganan Stunting

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 18 Agustus 2026 · 09:412 menit baca
Masuk Klasifikasi Baik, Pemkot Pontianak Raih Penghargaan Penanganan Stunting
Pemkot Pontianak raih penghargaan Aksi Konvergensi Stunting klasifikasi Baik. Wali Kota Edi Kamtono tegaskan fokus perbaikan gizi dan layanan balita. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meraih penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, (18/8/2026). Pemberian penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas terbangunnya koordinasi lintas perangkat daerah dalam mengintervensi masalah gizi anak. Kendati demikian, pencapaian ini ditegaskan bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen peningkatan derajat kesehatan balita.

Fokus pembenahan kualitas pelayanan kesehatan bagi generasi penerus diuraikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

“Penghargaan ini tentu kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan berkualitas,” ujarnya, Selasa, (18/8/2026).

Integrasi pelayanan publik dinilai harus menyentuh akar masalah stunting secara nyata melalui pemenuhan kebutuhan warga di lapangan.

Wakapolda Kalbar Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Jananuraga
Baca Juga

Wakapolda Kalbar Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Jananuraga

Keseriusan aparatur pemerintah dalam memberikan solusi bagi keluarga terdampak dipaparkan lebih lanjut dalam arahannya.

“Pelayanan prima bukan hanya nilai atau predikat, tetapi komitmen setiap hari. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir memberi solusi,” katanya.

Upaya penurunan angka tengkes (stunting) dipastikan memerlukan intervensi multi-sektor yang mencakup asupan nutrisi, ketersediaan sanitasi, edukasi pola asuh, perlindungan sosial, hingga kelayakan lingkungan tempat tinggal.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga unit pelayanan terkecil ditekankan secara rinci oleh kepala daerah.

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Hidupkan Pelajaran Sejarah Bangsa
Baca Juga

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Hidupkan Pelajaran Sejarah Bangsa

“Pencegahan stunting harus dilakukan bersama. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, keluarga, posyandu, puskesmas, kader, kelurahan, kecamatan, sampai perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Meskipun sistem koordinasi aksi konvergensi telah dinilai berjalan baik, seluruh jajaran kesehatan dan perangkat wilayah diminta tidak berpuas diri agar pemantauan tumbuh kembang anak terus diperkuat. Orientasi utama program pencegahan gizi buruk di Kota Pontianak kembali ditegaskan.

“Yang kita kejar bukan sekadar penghargaan, tetapi anak-anak Pontianak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” tegasnya.

Dukungan para tenaga medis, kader posyandu, perangkat kelurahan, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program penanganan tengkes tersebut. Semangat penguatan kolaborasi demi mewujudkan kota yang sehat disampaikan sebagai penutup arahan.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung. Capaian ini harus kita jadikan semangat untuk bekerja lebih baik, melayani lebih baik, dan membangun Pontianak yang semakin sehat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Hendrawan)